NABIRE – Keluarga Besar Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire menggelar Halal Bi Halal tahun 2024 bertempat di Masjid Jabal Nur, Kampung Bumi Raya SP1, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Minggu (05/05/2024).


Halal bi halal tersebut bertemakan 'Refleksi Kesucian Idul Fitri dalam Jalinan Silaturahmi yang Bersinergi'.
Wakil Ketua II HKJSM Nabire, Agus Suprayitno, mewakili Ketua Umum HKJSM Nabire menyampaikan dalam sambutannya, HKJSM terbentuk dengan kesepakatan antara Ketua-Ketua Kerukunan Jawa, Sunda, Madura dan HKJSM bergerak di bidang sosial, seperti ada keluarga HKJSM yang mendapat musibah bisa lapor kekerukunan untuk mendapatkan bantuan.


“Untuk Kapolsek Nabire Barat, beberapa hari yang lalu keluarga kami ada yang kena begal atau jambret, sehingga kami berharap kepada Kapolsek Nabar untuk bisa rutin untuk patroli di kampung-kampung untuk menjaga keamanan warga kami, kalau bisa menugaskan Kamtibmas untuk menjalankan ronda bersama warga kami,” katanya.


Agus Suprayitno menambahkan, sesuatu kejahatan di wilayah perkampungan, obatnya hanya satu cara dengan diaktifkannya pos ronda, bukan hanya dengan ditangkap terus dipenjara, itu tidak bisa menghilangkan kejahatan di dalam masyarakat, karena kejahatan disebabkan adanya kesempatan, dengan diaktifkanya pos ronda orang yang akan melakukan kejahatan akan berpikir dua kali.


“Untuk ibu-ibu diharapkan, kalau ke kapling tidak usah berangkat terlalu pagi, karena Nabire sekarang sudah menjadi Ibukota  Provinsi Papua Tengah yang baru, sehingga semua akan meningkat, termasuk tingkat kejahatan akan meningkat,” imbuhnya.


Lanjut mantan Kapolsek Nabire itu, perlu diingat HKJSM bukan organisasi politik, HKJSM adalah organisasi yang bergerak dalam kegiatan sosial, untuk masalah politik urusan masing-masing, untuk warga HKJSM silahkan kalau mau berpolitik, tapi untuk organisasi HKJSM jangan dibawa ke politik.


Mewakili Bupati Nabire, Kepala Dinas Pertanian, Sumardi A.,S.IP.,M.SI menyampaikan, akibat perang yang berkepanjangan  antara Ukraina dan Rusia ditambah lagi sekarang Israel dan Palestina dan Iran yang mengakibatkan harga pupuk di Indonesia melonjak dengan cepat yang berdampak tidak baik kepada petani Indonesia.
Akibat perang juga mengakibatkan harga beras naik, dari satu sak yang berukuran 25 Kg dengan harga Rp400.000, sekarang satu sak yang berukuran 25 Kg dengan harga Rp500.000.


Menurut Kepala Dinas Pertanian Nabire, Indonesia sekarang sedang mengalami krisis pangan, sehingga Dinas Pertanian akan bergerak cepat melakukan tindakan penanggulangan krisis pangan yang ada di Nabire.


Mewakili Bupati Nabire, Sumardi mengharapkan agar pemerintah daerah, seperti gubernur dan bupati agar segera membuat program-program tentang tanaman padi dan sayuran–sayuran.


“Para petani akan mendapatkan program kecepatan pangan, yaitu terkait pompanisasi dan untuk tahun ini SP 1 tentang jalan produksi tani, bantuan bibit dan alat–alat produksi tani,”tambahnya.


Kata Sumardi, pemerintah daerah sangat mendukung organisasi-organisasi ini tumbuh, karena organisai ini adalah aset negara yang mestinya harus ditingkatkan, juga dengan adanya pemekaran Provinsi Papua Tengah itu akan menghadirkan penduduk baru dan melahirkan program–program baru dan juga pembangunan baru.


Sumardi berpesan jangan sampai lahan pertanian yang ada di Nabire jangan sampai beralih fungsi yang tadinya sawah dijual menjadi lahan perumahan. "Ingat kita sebagai anak transmigrasi kita tidak ingin kehilangan lahan pertanian,” imbuhnya.(amd/pal)