Jalur Udara Sudah Relaksasi, Terbang Tunggu Kesiapan Maskapai
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire telah melakukan relaksasi untuk akses jalur udara. Namun walaupun demikian, kapan ada jadwal pene
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire telah melakukan relaksasi untuk akses jalur udara.
Namun walaupun demikian, kapan ada jadwal penerbangan dari dan ke Nabire, masih menunggu kesiapan maskapai.
Setelah pengumuman relaksasi transportasi udara oleh para bupati wilayah Meepago, dilanjutkan dengan pertemuan Pemkab Nabire, UPBU Bandara Douw Aturure dan pihak maskapai penerbangan.
Ada sejumlah poin yang disepakati pada pertemuan itu.
Diantaranya, pertama, maskapai diijinkan terbang seminggu 2 kali dengan rute Nabire - Jayapura.
Sementara untuk rute Nabire - Biak, Nabire - Ambon dan Nabire - Timika belum dibuka.
Kedua, untuk maskapai yang siap melayani rute Nabire - Jayapura hanya Wings Air.
Sementara Garuda belum membuka penerbangan dikarenakan pesawat ron/parkir di Biak.
Ketiga, rencana penerbangan perdana Wings dengan rute Nabire - Jayapura pada Kamis (2/7/20) dan penjualan tiket mulai dibuka Senin (29/6).
Keempat, syarat dan ketentuan bagi penumpang yang akan terbang wajib melengkapi hasil pemeriksaan protokol Covid-19 yang telah ditetapkan gugus tugas.
Kepala UPBU Bandara Douw Aturure, M. Nafik, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, intinya penerbangan tetap dibuka.
Hanya saja ada persyaratan-persyaratan untuk keluar masuk Nabire itu seperti apa, nanti dalam waktu dekat ada formulasi dari Pemda Nabire.
Karen Pemda Nabire juga memikirkan bagaimana memberikan ruang pelonggaran ruang gerak masyarakat, tapi memang harus diatur peraturan persyaratannya apa saja, dan tentu dipikirkan juga bagaimana masyarakat bisa menjangkau itu semua.
“Kalau nantinya dibuat syarat, dipikirkan bagaimana tidak menyulitkan masyarakat, tapi juga hati-hati,” tambahnya.
Ditanya soal pembukaan akses udara, kata dia, sudah diputuskan untuk dibuka.
Tanggal berapa ini dilakukan tergantugn dari kesiapan airlines.
Karena airline masih melaporkan hasil pertemuan tadi ke kantor pusatnya.
“Harapan kami pada minggu ini sudah bisa berjalan, soal hari apa saja per minggu itu tergantung jadwal airlines.
Karena mereka juga mempertimbangkan konekting dengan yang di Jayapura ke Jakarta.
Tapi yang jelas kuotanya dua kali seminggu,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, soal relaksasi akses udara ini, Pemkab Nabire tentu tidak mau gegabah kalau stakeholdernya semua belum siap.
Ditanya soal adakah pembatasan jumlah penumpang nantinya, jawab dia, soal itu mengikuti aturan dari kementerian.
Aturan dari kementerian tidak saklek ada pembatasan 50 persen, tapi 70 persen atau bisa sampai dengan sejumlah seat yang ada tapi dengan protocol kesehatan.
“Ada pesawat jenis ini sekian persen, pesawat jenis lainnya sekian persen, dan seterusnya,” ujarnya.
Ditanya kesiapan Bandara Douw Aturure, kata dia, selama ini siap tapi pihaknya juga perlu persiapan.
Ada protocol berbeda nantinya di Bandara, seperti jarak antri nanti tidak sama lagi dengan sebelumnya, ke bandara harus diperiksa suhu badan, menerapkan social distancing.
“Sementara di dalam pesawat lebih rapat tapi logikanya begini, di bandara sudah diskrining ketat masuk pesawat posisinya sudah clear dia.
Tapi tetap disediakan ruang jika baru diketahui ada orang terjangkit saat sudah di dalam pesawat,” tambahnya.
Ditanya soal skrining, kata dia, proses skrining awal malah sebenarnya arilines pada saat orang beli tiket.
Saat beli tiket dipersyaratkan kalau tidak mempunyai dokumen kesehatan bebas Covid tidak akan dikasih tiket.
“Kalau steril tempat itu wajib, bukan hanya pesawat tapi bandara juga wajib, setiap waktu disemprot disinfektan,” tuturnya. (ros)
Bagikan artikel ini



