NABIRE – Kasus dan aksi penjambretan (baca : jambret) atau biasa disebut penjahat jalanan mulai marak terjadi di Kota Nabire. Sejumlah korban yang rata-rata kaum hawa atau ibu-ibu rumah tangga ini mulai cemas bahkan ada yang mengalami trauma akibat ulah bejat jambret yang hingga kini masih berkeliaran di Kabupaten Nabire. Dalam rangka itu, aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian Resor (Polres) Nabire diminta untuk dapat mengusut dan menangkap para pelaku jambret yang kian meresahkan masyarakat di daerah ini. Bahkan sejumlah warga yang sempat mendengar kasus ini kembali terjadi, mengutarakan sebaiknya kalau didapat para pelaku kejahatan jalanan ini dihakimi saja (dipukuli hingga babak belut) dulu baru diproses hukum agar mereka jerah dan kapok. Karena kalau tidak demikian, menurut mereka, aksi jambret di Nabire akan terus meningkat bahkan dapat dikatakan menjamur. Dari informasi yang diterima media ini Sabtu (27/6) malam saja, di salah satu tempat kejadian penjambretaran, beberapa orang mengakui istri dan anak perempuannya pada beberapa bulan terakhir ini menjadi korban penjambretan.Sehingga wajar saja, beberapa orang tadi sangat merasa jengkel terhadap ulah para penjahat jalanan ini. Khusus untuk malam Minggu kemarin, salah satu wartawan media ini bersama istri, hampir sempat menjadi korban penjambretan. Kejadian sekitar pukul 9 malam (21.00 WIT) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Merdeka samping jembatan, sekira di depan Toko Parfum Aiman dan Pangkas Rambut Madura Nabire.Dari kejadian ini, meski korban (wartawan media ini dan istri, red) belum ternilai, namun perbuatan jahat penjambret telah menyebabkan kondisi fisik istri korban mengalami luka lecet sedikit di bagian bahu sebelah kanan dan sang istri Mama Wahyu (panggilan akrabnya) mengalami trauma. Syukur alhamdulilah, terangnya, meskipun tidak menjadi korban penjambretan aksi pelaku dapat dicegah dikemudian hari dengan berhasil diamankannya kendaraan (motor) pelaku dan telah diserahkan kepada pihak berwajib guna proses lebih lanjut. Kronologis kejadian, seusai keterangan istri dan wartawan yang hampir menjadi korban penjambretan itu, dirinya bersama sang istri saat melintasi kawasan Jalan Pepera – Merdeka Nabire guna berkunjung dan ingin membeli parfum dan melihat-lihat pakaian di Toko Airman Parfum, tiba-tiba dikejutkan dengan aksi penjambretan yang dilakukan dua orang tidak dikenal, dengan membawa sepeda motor CB150R Honda warna putih, tanpa mengunakan helm.Untuk itu meskipun beruntung tas korban gagal dijambret dan pelaku yang coba melarikan diri dan dikejar sang suami dan beberapa orang yang berada di TKP, terjatuh di depan daeler Honda, namun pelaku sempat lari hingga masuk di halaman salah satu sekolah dasar di belakang Daeler Honda tersebut. Atas kejadian tersebut, mewakili para korban lainnya, berharap kiranya secepat mungkin para pelaku jambret tersebut ditangkap dan dihukum setimpal. Apalagi, motor pelaku sudah diamankan, meskipun tidak dilengkapi Nomor Polisi (No. Pol) alias DS, kiranya pihak berwajib Polres Nabire dapat mengusut dan mengungkap siapa pelaku dan pemilik kendaraan tersebut. Ada beberapa dugaan, apakah mereka ini komplotan atau sekawanan saja yang kerap melakukan aksi penjambretan ataukah mereka juga bagian dari kelompok pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curamor) di daerah ini, lantaran kendaraan yang digunakan pelaku ini tanpa dilengkapi plat nomor?. Semoga pihak Polres Nabire benar-benar dapat mengungkapnya, hualam. (wan)