NABIRE - Hujan yang deras akan mengancam ambruknya Jembatan Kali Siriwini Bawah. Sebab abutmen bagian kanan jika dari arah kota kini sudah longsor dan semuanya masuk kali.

Sehingga perlahan-lahan namun pasti seluruh material yang berada pada bagian abutmen bagian kanan ini akan kikis oleh derasnya air sungai pada saat adanya hujan dan terjadi banjir. Namun juga akan dikikis oleh pasang surutnya air laut.

Dengan adanya longsornya abutmen bagian kanan Jembatan Siriwini Bawah ini, masyarakat menilai hal ini sebagai suatu ancaman. Terutama bagi masyarakat maupun anak sekolah dan guru yang ada di SMAN 3 Nabire, sebab jalan bawah merupakan akses tercepat.

Beberapa warga Kelurahan Siriwini dan Kampung Sanoba Distrik Nabire kepada Papuapos Nabire, Selasa (26/7/22) menuturkan, wartawan harus foto dan buat berita yang besar–besar agar kondisi rusaknya abutmen Jembatan Siriwini dapat diketahui dan dilihat pemerintah.

Jembatan kayu Kali Siriwini ini ada semenjak Kabupaten Paniai dan kini telah memekarkan sejumlah kabupaten lain yang ada di wilayah pegunungan. Namun Jembatan Kali Siriwini tetap tidak mengalami perubahan.

Sementara jembatan lain yang ada di ruas jalan Transmigrasi Nabire, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai kini semunya sudah dibangun dari jembatan kayu menjadi jembatan permanen. Sedangkan Jembatan Siriwini Bawah tetap masih menggunakan kayu.

Dan perlu diketahui, pembukan ruas jalan dari kota pada awal tahun 1980-an dari Kelurahan Nabarua menuju Kampung Siriwini (kala itu, red) sudah dilakukan serta dibangun jembatan kayu dengan harapan masyarakat pasti akan dilanjutkan pembangunan jembatan yang permanen.

Namun hingga saat ini belum ada keseriusan pemerintah daerah, mulai dari Pemerintahan Kabupaten Paniai hingga saat ini menjadi Kabupaten Nabire. Sehingga terkesan pemerintah tidak serius memperhatikan pembangunan jalan dan jembatan bagi masyarakat yang tinggalnya di pinggiran pantai mulai dari Kelurahan Siriwini hingga Kampung Air Mendidi Distrik Teluk Kimi.

Sebab jika Jembatan Kali Siriwini ikut putus, maka tercatat ada tiga jembatan di wilayah pesisir jalan bawah yang putus. Diantaranya Jembatan Kali Siriwini, Jembatan Kali Sanoba Bawah dan Jembatan Kali Kimi yang juga rusak total. (des)