Kandang Ternak Babi Organik Berkasiat, Ketimbang Berlantai Semen
MOANEMANI - Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Dogiyai kembali merapatkan soal kandang ternak Babi organik, dimana pola kandang ternak
Bagikan
MOANEMANI - Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Dogiyai kembali merapatkan soal kandang
ternak Babi organik, dimana pola kandang ternak Babi organik ini mempunyai
kasiat yang lebih ampuh dari pada kadang Babi berlantai semen. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Damiana Tekege, SH,M.Hum, saat ditemui media, Sabtu
(11/11) kemarin, mengatakan cara memilihara babi dengan cara liar (bebas),
kadang berlantai semen, sudah tidak relevan lagi. Karena pasalnya memelihara
babi secara liar maka akan mengakibatkan babi kurang sehat dan saat berkeliaran
akan merusak tanaman, halaman rumah, pagar rumah dan merusak yang lainnya. Dengan hal seperti itu, berpengaruh terhadap menurunkan semangat masyarakat lokal untuk
bertani dan meresahkan masyarakat. Banyak lahan dan kebun yang sudah mulai
ditinggalkan oleh petani dan halaman pun rusak dikarenakan babi liar. “Kondisi
seperti ini, tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut dan ini tugas pemerintah
untuk segera cari solusi untuk memberikan semangat bertani. Jangan karna faktor
babi maka semua petani jadi malas berkebun,” katanya. Lanjut Damiana, dalam rapat bersama stakeholder proyek pembaharuan tentang bahan baru secara
internasional budidaya ternak babi dalam pola kandang organik. Sekaligus,
dengan agenda rapat sosialisasi keputusan Bupati Dogiyai tentang kelompok
peternak babi dalam kandang organik binaan Moanemani, Kabupaten Dogiyai tahun
2017, di ruang Sekda Kabupaten Dogiyai Jumat kemarin. Seusai rapat pada waktu itu, tanggal 2 November 2017, Asisten II Sekda Kabupaten Dogiyai Thobias
Bunapa telah melanjutkan penyusunan kandang babi organic milik pemerintah di
Muniyopa Ikebo sebagai kandang babi percontohan yang bisa dicontoh oleh
masyarakat selain di kampung tersebut. Pola kandang babi organik ini teknologinya sederhana dan alamia, begitu juga tidak terlalu banyak
mengeluarkan biaya. Sedangkan kandang babi organik tidak bau, tidak banyak
butuh air dan rama lingkungan. Sebagai kandang babi model kadang organik ini,
supaya digunakan oleh semua masyarakat Dogiyai. Supaya tidak menganggu mulai
dari, rumah tetangga (halaman), dan tidak akan menimbulkan bau busuk seperti
kandang babi berlantai papan atau semen sekalipun setiap saat akan bersihkan. Damiana menjelasnya, sudah lama memilihara ternak babi, sebelumnya ia memakai pola
seperti tapi hasilnya ternak babi tersebut tidak sehat, dan merubah pola cara
tersebut menjadi kadang babi organik dan hasilnya, ternak babi tersebut sangat
sehat bahkan sangat luar biasa. “Dengan adanya kandang babi organik di beberapa lokasi di distrik-distrik Dogiyai masyarakat
dapat mengandangkan ternaknya dan dapat memeilihara dengan baik, dijamin dengan
hasilnya sangat memuaskan sekali,” katanya. Imbuhnya, pola kandang seperti yang kami sampaikan itu, sangat luar biasa, mulai dari ternak
babinya sehat, baunya tidak mengangu tentangga, tidak terlalu butuhkan air
banyak. “Nah kandang seperti organik kini ada di Kampung Kimupugi Moenemani dan
sekarang masyarakat sudah mulai membuat kandang babi organik. Diharapkan agar
kedepan masyarakat tidak memilihara ternak babi secara liar atau membiarkan
begitu saja, karena tidak menghasilkan bagi ternak yang sehat dan merugikan
orang lain, sayang ternak maka semua masyarkat Dogiyai segera membuat kandang
babi organik, hasil dan kesehatan ternak terjamin,” tuturnya.(ris)
Bagikan artikel ini



