NABIRE – Rabu (8/1/2025) pagi, Kapal Perintis Sabuk Nusantara 58 telah berlabuh di Yaur. Sejumlah tokoh masyarakat bersama Tripika dan Kepala Distrik Yaur, Martina Hamberi, menyambut berlabuhnya Sabuk Nusantara di Kwatisore.

Seperti diinformasikan Legislator Provinsi Papua, John NR Gobai, setelah Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut menandatangani trayek perintis untuk kapal perintis tahun 2025, Kapal Perintis Sabuk Nusantara 58 pertama kali melakukan pelayaran sebelumnya dari Jayapura rute Wapoga-Weinami-Nabire-Yaur Teluk Umar-Weinami-Wapoga selanjutnya menuju Jayapura.

Sebelumnya wilayah ini hanya dilayani oleh KM Sabuk Nusantara 63 dengan rute dari arah Manokwari-Teluk Umar-Yaur dan Nabire, selanjutnya menuju ke Kabupaten Biak Numfor.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan seluruh stafnya yang telah mengatensi permohonan kami agar ditambah lagi satu kapal perintis dari Nabire menuju Yaur dan Teluk Umar dan Wapoga. Karena selama ini hanya ada trayek dari Yaur, Teluk Umar ke Nabire dan Wapoga, Kabupaten Nabire,” ujar John NR Gobai.

Lebih lanjut dikatakan, daerah ini merupakan distrik terjauh wilayah barat dan timur dari Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Bila lihat dari kondisi yang ada, dirinya berharap pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah Kabupaten Nabire agar dapat membangun dermaga di Yaur dan Teluk Umar.

“Dengan adanya kapal ini kami mengharapkan agar pegawai distrik, guru, mantri, perawat di Puskesmas agar dapat berada di distrik untuk melayani masyarakat. Dan dengan adanya kapal ini kami berharap masyarakat dapat membawa hasil buminya untuk dapat dipasarkan di Kota Nabire. Untuk itu pemerintah Kabupaten Nabire mesti memikirkan bagaimana pasar untuk dapat memasarkan hasil bumi dari masyarakat,” katanya.(ros)