NABIRE - Jembatan Kali Nabire belum dibenahi sejak anjlok pada Sabtu (12/3) lalu hingga sekarang. Masyarakat Nabire mempertanyakan kapan jembatan yang menghubungkan wilayah Bumi Wonorejo dan wilayah Karang Tumaritis tersebut dibenahi.   "Sekarang sudah empat bulan, kapan jembatan ini akan dibenahi ? Walaupun untuk kendaraan beroda dua sementara ini bisa melewati jembatan, tapi bagaimana dengan mereka yang tinggal di bagian Wanggar, untuk ke bagian kota harus menggunakan kendaraan beroda empat atau taksi penumpang ?" tanya salah seorang warga setempat. "Pihak PU Kabupaten Nabire harus segera menangani kerusakan yang ada. Jangan apatis," imbuhnya. Komplain juga datang dari salah seorang warga yang bermukim di bagian Wanggar. Warga tersebut adalah mantri kesehatan di Puskesmas Karang Tumaritis. Dirinya mengakui, hampir setiap hari ia terlambat masuk kerja karena taksi penumpang yang ditumpanginya selalu putar ke arah Kalibobo melalui depan kantor DPRD Nabire. Sehingga waktunya sering termakan oleh lamanya perjalanan. "Yang merasa tidak enak bukan saya yang salah satu dari seluruh warga di bagian Nabire Barat, Wanggar, dan seterusnya kesana saja. Namun warga lain dari bagian Topo, Kilo Seratus dan empat kabupaten yang tersebar di wilayah Meepago yang ingin langsung menuju ke Terminal Pasar Karang Tumaritis, Nabire pun kami serasa," katanya. Menanggapi hal ini, beberapa saat yang lalu sebagaimana dimuat di Koran Harian Pagi Papuapos Nabire, pada Edisi 14 Maret 2016, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire, Joko Sungkono, mengatakan, pihaknya akan segera menangani kerusakan yang ada dengan semaksimal mungkin.  Katanya, sementara pihaknya meneliti dan mencari jalan keluar, pihaknya juga akan terlebih dahulu membuat jembatan darurat, agar masyarakat tetap bisa melintas lewat jembatan tersebut. Bagaimana pun juga, pemerintah melalui dinas terkait harus segera menangani hal tersebut untuk memperbaiki sentimentalitas masyarakat. Karena ini juga menyangkut kredibilitas pemerintahan. Jambatan darurat yang bisa dilalui oleh baik kendaraan beroda dua maupun beroda empat harus segera dibuat. (Herman E. Degei)