NABIRE - Akhir pekan atau tepatnya sepekan kemarin telah beredar selebaran yang  isinya mengintimidasi warga di Kabupaten Nabire mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat Papua untuk kepentingan oknum maupun kelompok tertentu. Terkait hal ini, banyak pihak memberikan tanggapan, bahkan sampai mengecam hal tersebut.Menyangkut hal itu, Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, S.IK, ketika dikonfirmasikan awak media ini kemarin membenarkan adanya selebaran atau edaran tersebut dan pihak Polres Nabire menilai ada oknum yang memanfaatkan situasi. “Iya, ada oknum yang memanfaatkan situasi,” jelas Kapolres Sonny.Dan hingga akhir pekan kemarin pihaknya (Polres Nabire, red) masih melakukan pendalaman dan mencari pembuat selebaran yang tak bertanggung jawab tersebut. Kata Kapolres, kami lagi cari pelaku pembuat selebaran itu dan terkait isi dalam selebaran tersebut demo itu tidak ada, kalau ada pihaknya akan tindak secara tegas.  Pada kesempatan itu, Kapolres Nabire mengimbau dan mengharapkan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire khususnya untuk tetap tenang dan tak mudah terprovokasi dengan selebaran atau edaran tersebut. Masih terkait persoalan ini, Gubernur Papua Lukas Enembe dalam menyikapi selebaran tersebut sempat geram dan sangat menyayangkan masih adanya pihak atau oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi daerah saat ini. “Ini sudah melanggar hukum dengan melakukan pengancaman terhadap warga, aparat keamanan (kepolisian) harus tangkap mereka yang menyebarkan selebaran tersebut, terutama yang menandatanganinya,” tegas Gubernur.Lukas Enembe juga mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat di tanah Papua, jangan main-main untuk situasi dan kondisi saat ini, pemerintah berupaya untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh warga yang ada di Papua. Di kesempatan lainnya, orang nomor satu di Provinsi Papua ini menjelaskan tidak akan mendukung aksi damai jilid 3, karena aksi tolak rasisme telah ditindaklanjuti sampai ke presiden. “Tidak ada lagi demo-demo kalau sampai ada, aparat keamanan harus menindak tegas karena kerugian yang ditimbulkan telah banyak,” pungkasnya seperti dilansir beberapa media Sabtu kemarin. (wan/ist)