NABIRE - Dalam rangka Cipta Kondisi (Cipkon) Kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1442 H di tengah pandemi Covid-19, jajaran Polres Nabire menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Matoa 2021, bertempat di halaman Mapolsek Uwapa, Senin (12/04/21) pagi.

Bertindak sebagai pimpinan apel Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus SH, S.IK., MH yang dihadiri Bupati Nabire diwakili Asisten III Piter Erari, S.Sos, M.Si bersama Forkopimda Kabupaten Nabire, Wakapolres Nabire Kompol Samuel D. Tatiratu, S.IK bersama para pejabat utama Polres Nabire, para perwira TNI/Polri dan tamu undangan lainnya.

Adapun susunan peserta apel gelar pasukan Ops Keselamatan Matoa 2021, yakni perwakilan penyematan pita operasi, 1 pleton perwira TNI/Polri, 1 regu personil Subden POM, 1 pleton personil Kodim 1705/NBR, 1 pleton personil BKO Brimob Polda Kaltim, 1 pleton personil Satsamapta Unit Dalmas, 1 pleton personil Satuan Lalu Lintas, 1 regu personil Satres Narkoba, 1 regu RAPI Nabire dan 1 regu Saka Bhayangkara Nabire.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan apel Ops Keselamatan Matoa 2021 mnengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan dalam rangka Cipkon Kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1442 H tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 serta untuk mengetahui sejauhmana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan sertta sasaraan yang telah ditetapkan. 

Perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2019 sejumlah 13.585 kasus dan pada tahun 2020 sejumlah 17. 273 kasus atau ada kenaikan trend (27%). Teguran tahun 2019 sejumlah 12.866 pelanggaran dan pada tahun 2020 sejumlah 16.128 pelanggaran atau ada  kenaikan trend (-25%). 

“Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2019 sejumlah 2.224 kejadian dan pada tahun 2020 sejumlah 1.717 kejadian atau ada penurunan trend (27%). Korban meninggal dunia tahun 2019 sejumlah 283 jiwa dan pada tahun 2020 sejumlah 208 jiwa atau ada penurunan trend (27%). Korban luka berat tahun 2019 sejumlah 1.165 orang dan pada tahun 2020 sejumlah 897 orang atau ada penurunan trend (23%). Korban luka ringan tahun 2019 sejumlah 2.170 orang dan pada tahun 2020 sejumlah 1.778 orang atau ada penurunan trend (18%) kerugian rupiah tahun 2019 sejumlah Rp 9.172.308.000 dan pada tahun 2020 sejumlah Rp 8.228.782.000, atau ada penurunan trend 18%,” tutur Kapolres.

Mencermati hal tersebut, diharapkan jajaran Polda Papua mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis dan teknis maupun strategis agar dapat merubah mindset masyarakat menjadi sadar dan taat kepada peraturan lalu lintas serta mampu menciptakan Kamseltibcarlantas dengan sendirinya sehingga potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir. 

“Untuk mewujudkan transformasi menuju Polri yang PRESISI, Korlantas Polri menjadikannya sebagai sebuah tantangan untuk melakukan transformasi Polantas baik dibidang organisasi operasional, pelayanan publik maupun transformasi pengawasan,” imbuh Kapolres.

Pada pelaksanaan operasi keselamatan matoa tahun 2021 kali ini, diprioritaskan kegiatan Dikmas Lantas yang mampu mewujudkan rasa simpatik kepada polri khususnya Polantas. Disamping itu untuk mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang tertib. 

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Matoa tahun 2021 ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, diantaranya meningkatnya kepatuhan dan disiplin masyarakat tentang protokol kesehatan, menurunkan angka fatalitas korban Lakalantas dan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan mudik pada lebaran tahun 2021 kepada masyarakat. 

Kedua, terciptanya Kamseltibcarlantas untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan lalu lintas dengan harapan terciptanya perubahan mindset berlalu lintas menjadi tertib (revolusi mental).  Operasi Keselamatan Matoa 2021 dimulai pada tanggal 12 - 25 April 2021.(wan)