NABIRE - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Nabire telah memasuki tahapan awal. KPU Nabire telah melaunching Pemilukada, Sabtu (2/5) di Taman Gizi sebagai tanda dimulainya tahapan pesta demokrasi itu. Masyarakat Kabupaten Nabire Nabire diminta untuk tidak mudah terprovokasi.Hal itu disampaikan Kapolres Nabire, AKBP.HR. Situmeang,S.Ik.,SH, dalam sambutannya pada launching Pemilukada itu. “Saya minta masyarakat Kabupaten Nabire agar tidak mudah terprovokasi apalagi diprovokasi karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat itu sendiri dan bukan pihak-pihak yang memprovokasi,” ungkapnya.Terkait pernyataan Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, Kapolres meminta agar KPU dan perangkatnya memposisikan sebagai lembaga penyelenggara yang netral dan independen.“Mudah-mudahan apa yang dikatakan Ketua KPU Nabire, bahwa KPU dan perangkatnya akan berlaku netral dan independen, berjalan diatas aturan, itu benar dan dipegang secara konsisten serta dapat dilaksanakan. Jangan sampai KPU membuat kebijakan semaunya untuk kepentingan pihak tertentu, ” harapnya.Menurut Kapolres, hal itu berkaitan erat dengan situasi dan kondisi daerah atau Kamtibmas. Bila KPU dan perangkatnya berjalan diatas koridor hukum yang ada dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka pihaknya dan TNI siap untuk mendudung KPU secara penuh.“Kita bersama-sama Panwas dan masyarakat mengawasi jalannya Pemiukada. Kami dan TNI siap mendukug KPU bila berjalan sesuai dengan koridor hukum yang ada. Bila benar mari dukung KPU, tetapi bila tidak, mari kita pertanyaan KPU, kita musyawarahkan dengan tidak melakukan aksi anarkis,” Tandasnya.Kepada peserta Pemilukada dalam hal ini partai politik yang mengusung calon bupati, Kapolres mengingatkan tujuan untuk apa menjadi bupati. Tujuan dasarnya untuk kepentingan masyarakat bersama. Menjadi Bupati untuk kepentingan masyarakat merupakan tujuan mulia. Oleh karena itu harus dimulai dengan baik.Tidak berbuat curang, memprovokasi masyarakat, berbuat onar dan membuat resah masyarakat.Kapolres mengajak masyarakat agar calon yang berbuat hal tidak baik tidak dipilih karena tidak mungkin menjadi pemimpin yang akan memperhatikan dan membangun masyarakat. Bila cara-cara yang dilakukannya melanggar aturan dan ketentuan, serta mengorbankan masyarakat.Kapolres mengajak kepada peserta dan calon memahami peraturan perundang-undangan yang ada dan PKPU serta peraturan terkait lainnya. “Pelajari UU Nomor 8 Tahun 2015 beserta Peraturan KPU serta aturan terkait lainnya, sehingga saat berbicara mempunyai dasar hukum yang jelas, tidak asal bicara sehingga menimbulkan provokasi kepada masyarakat,” ungkapnya.Kapolres mengingatkan, pesta demokrasi Pemilukada itu akan memilih pemimpin Kabupaten Nabire, pemimpin seluruh masyarakat sehingga jangan asal pilih, jatuhkan pilihan kepada calon yang jelas, lihat profil, biografi, track rekor, bagaimana sehari-hari-harinya, pengetahuan dan kemampuan, lihat visi dan misinya, dan tujuannya. Memilih pemimpin yang mempunyai rasa cinta terhadap masyarakat, memperhatikan dan membnagun masyarakat bukan pemimpin yang semata mencari kekuasaan dan uang, dan kepentingan kroni-kroninya.Kepada calon, Kapolres meminta agar menyampaikan visi dan misi secara baik kepada masyarakat.Kemajuan Nabire dan kesejahteraan masyarakatnya tergantung kepada pemimpinnya, oleh karena itu dalam memilih bupati harus benar-benar memperhatikan akan calon yang bersangkutan.“Bila ada hal-hal yang terjadi laporkan kepada aparat, kita semua menginginkan Pemilukada berjalan aman, tertib dan lancar, masalah dukungan kepada siapapun itu dipersilahkan yang terpenting jangan sampai mengorbankan diri. Ingat undang-undang dan peraturan KPU serta banyak undang-undang dan peraturan yang mengikat,” ungkapnya.Kepada tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, dan perempuan, Kapolres Nabire mengingatkan, bahwa Pemilukada itu yang menjadi taruhannya adalah masyarakat, sehingga perlu memberikan pencerahan yang baik dan menjalankan tahapan Pemilukada dengan aman dan tertib. (iing elsa/ros)