Kapolres Sony Pimpin Tabur Bunga Untuk Pahlawan
NABIRE – Kapolres Nabire, AKBP Sony Sanjaya,S.Ik memimpin upacara tabur bunga untuk memperingati para pahlawan yang telah gugur dalam
Bagikan
NABIRE – Kapolres Nabire, AKBP Sony Sanjaya,S.Ik memimpin upacara tabur bunga untuk memperingati
para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan, 10 Novemver tingkat Kabupaten
Nabire di Pantai Nabire. Upacara
tersebut merupakan satu dari tiga lokasi upacara peringatan Hari Pahlawan di
Kabupaten Nabire. Peringatan hari pahlawan di Pantai Nabire dilaksanakan tepat
pukul 08.00. Peringatan Hari Pahlawan yang dipusatkan di Pantai Nabire, Jumat (10/11) dihadiri juga Ketua
Harian Panitia Hari Pahlawan Kabupaten Nabire, Ishak, Kepala Dinas Pengendalian
Kependudukan, Andrias Kambuaya, Ketua DPD KNPI Kabupaten Nabire, Norbertus
Mote, beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, aparat TNI,
Polri, Bhayangkari, Persit, Dharma Wanita, dan undangan lainnya. Upacara
penghormatan kepada pahlawan dilaksanakan di Taman Pantai Nabire, pengalungan
bunga dan tabur bunga di laut. Sebelum Kapolres Sony Sanjaya memimpin pengalungan bunga dan tabur bunga di laut, didahalui
dengan hening cipta selama 60 detik di tempat upacara diikuti peserta upacara. Pengalungan bunga dan tabur bunga di atas laut dipimpin Kapolres Sony Sanjaya diikuti pejabat
sipil, TNI, Polri yang mengikuti upacara Hari Pahlawan di Pantai Nabire. Selain peserta mengikuti upacara tabur bunga untuk pahlawan di atas laut, ketika memasuki
pukul 08.15, aparat yang menjaga lalu lintas di jalan, menghentikan setiap
pengendara dan melakukan hening cipta selama 60 detik. Memaknai Perjuangan Pahlawan Ketua DPD KNPI Kabupaten Nabire, Norbertus Mote yang ditanyai soal makna hari pahlawan usai
mengikuti upacara peringatan Pahlawan di Pantai Nabire mengatakan, kita
menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berjuang dan gugur di medan
pertempuran. Generasi sekarang kita menghargai jasa perjuangan para pahlawan
dengan karya nyata untuk mengisi kemerdekaan. Mote mengatakan, mengisi kemerdekaan pada masa kini, kita bekerja dan terus bekerja sesuai
dengan tugas dan pekerjaan kita masing-masing. Bagi yang bekerja sebagai
aparatur sipil negara (ASN), bekerja dan melayani kepada masyarakat sesuai
dengan panggilan tugas yang diembankan negara dan pemerintah. Kepada pedagang,
petani di ladang, nelayan di laut juga bekerja ditempatnya masing-masing untuk
mengisi kemerdekaan yang sudah kita capai. Ia menilai, motto NKRI harga mati atau Papua harga mati itu tidak cukup hanya sekedar bicara
tetapi hendaknya kita semua sebagai generasi penerus bangsa harus mengisi
kemerdekaan yang telah dicapai dengan bekerja di tempatnya masing-masing secara
nyata. Tidak cukup hanya bicara dan bicara tetapi harus dibuktikan dengan karya
nyata, apakah sebagai pegawai, pedagang, petani dan nelayan untuk terus bekerja
sesuai dengan pekerjaan kita masing-masing. (ans)
Bagikan artikel ini



