Kasus Pembunuhan Ojek di Waroki Tergolong Curas
NABIRE - Kasus pembunuhan tukang ojek yang terjadi akhir pekan kemarin, tepatnya Jumat malam (24/07/2020) di Kampung Waroki, Distrik Nabire
NABIRE - Kasus pembunuhan tukang ojek yang terjadi akhir pekan kemarin, tepatnya Jumat malam (24/07/2020) di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire tergolong kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas).
Kasusnya sendiri, seperti terang Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, S.IK, melalui Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Abdul Gani Wildan, SE, dalam penyelidikan pihaknya.
Jajaran Kepolisian Resor Nabire dalam hal ini Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire telah melakukan beberapa langkah-langkah penyelidikan dan pengembangan guna mengungkap kasus Curas tersebut secepatnya, salah satunya telah dilaksanakan olah di tempat kejadian perkara.
Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Paniai ini, dalam penanganan hingga upaya pengungkapan kasus Curas ini telah dilakukan tindak kepolisian mulai dari meminta visum di rumah sakit, turun ke TKP dengan harapan mendapat petunjuk (olah TKP).
Selanjutnya, melihat secara teknis penyelidikan di lapangan guna melihat Barang Bukti (Barbuk) yang ada dan telah memeriksa para saksi.
Dimana, hingga Senin kemarin pencarian terus dilakukan, baik motor dan dompet korban.
“Ini yang masih kita dalami dan telusuri, mudah-mudah dalam waktu dekat kita bisa ungkap,” jelas Kasat Reskrim yang akrab disapa Wildan itu.
Diakhir tanggapannya dan menjawab pertanyaan media ini, apakah ada kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang, jelas Kasat Reskrim Wildan, pihak belum dapat menyimpulkan hal tersebut, namun dirinya hanya menegaskan bahwa untuk sementara waktu pelaku satu.
Itupun, imbuh dia, untuk sementara kita belum bisa memprediksi jauh apakah pelakunya lebih dari satu, karena semua akan kembali pada petunjuk-petunjuk dan analisa yang akan diambil sesuai dengan fakta dan bukti di lapangan.
Namun, untuk mengatakan satu atau lebih dari 2 orang untuk sementara kami belum bisa bicara itu, lantaran belum ada bukti dan petunjuk yang akurat.
Intinya, tegas Wildan, kita masih dalami, mudah-mudah dalam waktu dekat dapat terungkap.(wan)
Bagikan artikel ini



