NABIRE – Sopir lintas antar kabupaten yang mangkal di Nabire merasakan kekurangan kekurangan bahan bakar minyak (BBM) subsidi berupa bensin/premium, pertalite dan solar sejak lama.

Bukan baru mulai dirasakan belakangan ini.

Ketua Komunitas Asosiasi Sopir Lintas, Rachman yang dihubungi secara terpisah di Nabire, Selasa (14/7) mengatakan, kekurangan bahan bakar khususnya bensin dan solar sudah lama di alami oleh sopir-sopir pedalaman.

Para sopir antre lama di SPBU (satuan pengisian bahan bakar umum) untuk melayani masyarakat lintas kabupaten dari Nabire hingga Kabupaten Paniai pergi pulang.

Oleh sebab itu, bukan hal baru bagi sopir lintas, insiden di Teluk Kimi pekan lalu merupakan bias dari ketidakpuasan pelayanan BBM di SPBU.

Padahal, kata Rachman, sopir lintas, sebanyak 200 orang sopir membutuhkan bahan bakar untuk melayani masyarakat di daerah ini.

Oleh sebab itu, Ketua Komunitas Sopir Lintas ini meminta kepada pihak terkait agar bersikap adil antara pelaku dan pemilik SPBU.

Ia menyadari, pelaku atas perbuatannya telah merusak milik orang lain, milik pengusaha BBM.

Tetapi, di sisi lain, pemilik SPBU juga diproses, jangan hanya memproses pelaku tetapi pemilik tidak.

Pelaku dan pemilik, diproses kedua-duanya. Rachman juga meminta kepada aparat dan pihak yang terkait untuk menutup sementara operasi SPBU Teluk Kimi.

Komunitas Sopir Lintas meminta kepada aparat untuk menutup sementara SPBU Teluk Kimi hingga masalahnya diselesaikan. (ans)