Keluarga Lalaun Baransano Kecewa Baliho di Sekitar Bandara Kaladiri Dirusak
NABIRE – Keluarga besar Lalaun Baransano merasa kecewa terhadap pengrusakan baliho yang dipasang di lokasi Kaladiri Pantai (sekitar Bandara Kaladiri) beberapa waktu lalu.

NABIRE – Keluarga besar Lalaun Baransano merasa kecewa terhadap pengrusakan baliho yang dipasang di lokasi Kaladiri Pantai (sekitar Bandara Kaladiri) beberapa waktu lalu.
Yanes Lalaun kepada media ini, Kamis (24/4/25), mengatakan, lahan lokasi Kaladiri itu saat ini sebagai lokasi bebas landing Bandara Dou Atarure Nabire. Selama ini, kata dia, pihak keluarga tidak tahu sama sekali lokasi tersebut sudah dijual dari pihak Suku Wate kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah Tengah.
“Dari tahun 2016 sampai tahun 2021 ada pembayaran dari pemerintah terkait yang mana Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah kepada pihak Badan Musyawarah Adat Suku Wate (BMASW) Kabupaten Nabire senilai 1 milyar kepada pihak BWASW. Hal ini membuat kami keluarga tidak terima dan kami sudah lakukan pengaduan kepada pihak kepolisian. Kami sudah ketemu dan sudah duduk bersama beberapa waktu lalu di ruangan Binamitra Polres Nabire untuk meluruskan masalah ini,” kata Yanes.

Yanes juga sempat menanyakan terkait sertifikat yang ada di pihak keluarga Lalaun Baransano. Dirinya mempertanyakan, apakah sertifikat ini asli atau tidak ? Dan pernyataan itu dijawab oleh Kepala Suku BMASW bahwa sertifikat itu sah.
"Surat pelepasan yang kami miliki dari tahun 1997 yang dipegang oleh kami keluarga Lalaun Baransano asli dan bukti semua ada di tangan kami," kata Yanes.
Tutur Yanes, pihak keluarga juga sangat kecewa karena baliho yang dipasang oleh keluarga Lalaun Baransano yang dipasang di lokasi tersebut dirobek dan diganti dengan baliho keluarga lain. (rob)
Bagikan artikel ini



