NABIRE - Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD YPK Is Kejne Wadio Nabire, Penina Rumabar, S.Pd, menuturkan, pihaknya ingin menerima murid baru di awal tahun p[elajaran 2022/2023 sebanyak mungkin untuk tiga hingga 4 kelas. Namun ruangan kelas Rombongan Belajar (Rombel) sengat terbatas. Sehingga pihak sekolah hanya bisa menerima 60 murid baru yang akan mengisi dua ruangan Rombel yang tersedia.

“Sesungguhnya banyak orang tua murid yang datang dan ingin mendaftarkan anaknya di SD YPK Is Kejne Wadio ini. Namun dengan keterbatasan ruangan kelas, sehingga dengan berat hati pihak sekolah menolak untuk membuka pendaftaran tambahan murid baru lagi,” tuturnya.

Untuk itu selaku ketua panitia meminta dengan hormat kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar dapat membantu pihak sekolah dengan pembangunan 3 hingga 4 bangunan kelas baru lagi. Sebab di 4 tahun terakhir ini banyak orang murid yang datang mendaftarkan anaknya, namun pihak sekolah menolaknya dengan alasan jumlah Rombel sangat terbatas.

“Wadio saat ini jumlah penduduknya terus bertambah, sehingga banyak orang tua yang inginkan anaknya sekolah di SD YPK Is Kejne Wadio,” kata Ketua Panitia PPDB SD YPK Is Kejne Wadio, Penina Rumabar, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Jumat akhir pekan lalu.

Lebih lanjut dikatakan Guru Rumabar, semenjak awal pembukaan pendaftaran murid baru, sudah terlihat animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD YPK Is Kejne. Sehingga waktu pendaftaran pun hanya dibuka dalam beberapa hari saja.

Dan satu–satunya sekolah swasta SD yang berada di wilayah Wadio, tentunya banyak masyarakat dari pinggiran Kalibobo hingga Wadio yang ingin anaknya menimba ilmu di SD YPK Is Kejne Wadio dengan pertimbangan jaraknya sangat dekat dari rumah ke sekolah. (des)