NABIRE – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Biak Wilayah Nabire miliki dua alat deketsi kesehatan. Alat ini akan digunakan untuk mendeteksi orang atau penumpang yang datang ke Nabire  baik  di Bandara maupun pelabuhan laut Nabire. “Untuk sementara waktu, kita hannya punya dua alat deteksi karantina. Namanya termometer infra merah yang digunakan di jidat. Jadi kalau orang dicurigai terinfeksi virus corona, bisa kita gunakan alat itu,” ujar staf KKP wilayah Nabire, Ahmad F. Idris, Sabtu (1/2). Ahmad Indris menjelaskan, untuk menangkal peredaran virus corona, KKP wilayah Nabire terus melakukan pencehagan di pintu masuk pelabuhan bagi penumpang yang turun di Nabire. Hal tersebut, khusus bagi warga negara asing (WNA) yang hendak masuk ke Nabire. “Namun, perlu dilihat dari mana riwayat perjalanannya. Apakah sudah lama di Indonesia atau baru datang dari luar negeri. Jadi, walaupun dia WNA atau orang China tapi sudah lama berdiam di Indonesia, mungkin tidak terlalu diperiksa,” jelas Ahmad. Menurutnya, semenjak Desember 2019 hingga saat ini, banyak orang asing dari China, tetapi kebanyakan dari Timika. Sekalipun demikian, kata Ahmad, WNA dari Timika yang ke Nabire sudah terlebih dulu diperiksa di Timika. Dokter dari Timika sudah mengkonfirmasi kalau WNA tersebut terhindar dan aman. “Kalau di Bandara kota tidak terlalu repot sebab sudah periksa di Timika,” kata dia. Lanjutnya, untuk menyikapi arus masuknya penumpang kapal laut, ia mengaku mengalami kesulitan mengingat banyaknya orang yang turun dari kapal. Hal tersebut, tentunya sangat berdampak karena kurangnya SDM, yakni kurangnya personil kesehatan pelabuhan. Maka, guna mengatasi hal tersebut, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan pihak keamanan dan otoritas pelabuhan untuk membantu pengawasan. “Dan apabila dalam pengawasan terdapat gejala–gejala virus corona, maka pihanya akan langsung berkoordinasi dengan RS atau Disken untuk penanganan lebih lanjut,” kata ia. Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pecegahan Penyakit Dinkes Nabire, dokter Frans Sayori mengingatkan KKP wilayah kerja Nabire agar segera mungkin berkoordinas dengan pihaknya atau RS bila terdeteksi adanya WNA yang masuk ke Nabire yang terjangkit corona. “Kalau ada yang dicurigai, kami harap langsung melaporkan agar dilakukan penanganan lebih lanjut,” tandas Sayori. (pas)