Klaim Keliru Berujung Damai: Plt Kampung Yaur dan Daniel Abowi Berdamai Usai Mediasi
NABIRE - Daniel Abowi, mantan Kepala Kampung Yaur, secara terbuka meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kampung Yaur, Isak Maniba dan mantan Plt Kepala Kampung Yaur, Yahya Silas Aduari, masih memiliki sejumlah kasus yang belum tuntas.

NABIRE - Daniel Abowi, mantan Kepala Kampung Yaur, secara terbuka meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kampung Yaur, Isak Maniba dan mantan Plt Kepala Kampung Yaur, Yahya Silas Aduari, masih memiliki sejumlah kasus yang belum tuntas.
Permintaan maaf ini disampaikan secara langsung didepan Plt Kepala Kampung Yaur, Isak Maniba dan Yahya Silas Aduari, Senin (5/5/25), setelah pernyataannya yang dimuat di media memicu polemik di kalangan warga dan pemangku jabatan setempat.

Dalam pernyataannya pada Kamis (1/5/25), Abowi sebelumnya menyatakan, bahwa Plt Kampung Yaur belum menyelesaikan permasalahan dugaan ketidaktransparanan penggunaan dana kampung. Namun, dalam klarifikasi resminya, Abowi menarik kembali pernyataan tersebut.
“Saya mau mengklarifikasi pernyataan kemarin yang saya sampaikan untuk dimuat di media terkait Plt Kampung Yaur, yaitu Isak Maniba dan Yahya Silas Aduari. Bahwa pernyataan yang menyebutkan Plt Kampung Yaur memiliki kasus yang belum diselesaikan itu tidak benar, dan secara terbuka saya pribadi meminta maaf atas pernyataan ini, ini terjadi karena adanya kesalahpahaman saya,” ucap Daniel Abowi dengan sikap menyesal.
Ia menegaskan, bahwa niatnya hanya ingin mendorong transparansi, tetapi menyadari bahwa cara penyampaiannya keliru. “Saya tidak bermaksud merusak reputasi kepala kampung. Saya mengakui kesalahan dan berharap masyarakat serta pihak terkait memaafkan atas pernyataan keliru saya,” tambahnya.
Plt Kampung Yaur, Isak Maniba menyatakan sikap legowo atas permintaan maaf Daniel Abowi. “Kami menghargai langkah Daniel yang telah berbesar hati mengoreksi pernyataannya. Pemerintah desa tetap berkomitmen bekerja sesuai prosedur untuk kepentingan masyarakat,” ujar Isak Maniba.

Ia juga mengimbau masyarakat dan media untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi. “Terkait dengan pernyataan saudara Daniel Abowi yang sudah dimuat di media, tolong cek dulu kebenarannya sebelum dikasih naik di media, sehingga ini tidak menimbulkan konflik atau salah paham antara kita sesama masyarakat Suku Besar Yaur,” tegas Isak.
Isak juga mengharapkan untuk kedepannya demi kebaikan Kampung Yaur tidak lagi terjadi seperti ini. "Jadi selama saya menjadi Plt Kampung Yaur sampai saat ini masyarakat aman-aman saja, kami masyarakat yang tinggal satu kampung, satu bahasa saling tau kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tetapi terkait pernyataan yang disampaikan oleh Daniel Abowi yang keliru yang sudah dinaikan di media minta untuk diklarifikasi agar tidak terjadi konflik dan salah paham antar masyarakat Kampung Yaur," harap Isak.
Sementara itu, Yahya Silas Aduari, mantan Plt Kampung Yaur, menambahkan bahwa dengan adanya pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan ini dirinya mengharapkan agar pihak pertama memberitahu kepada masyarakat dan media bahwa hal tersebut tidak benar.

“Hari ini dengan adanya pertemuan dengan tujuan menyelesaikan permasalahan ini berarti ada perdamaian antara kami dengan pihak pertama, terkait pernyataan yang dikeluarkan oleh Daniel Abowi tidak benar. Kami meminta untuk membuat klarifikasi lewat media dan disampaikan ke masyarakat bahwa hal ini dinyatakan tidak benar,” jelasnya Yahya Aduari.
Tak hanya Daniel Abowi, Yosep Eduward Wami, mantan Kepala Badan Musyawarah Kampung Yaur, turut meminta maaf atas keterlibatannya dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Saya ikut bertanggung jawab atas kegaduhan ini. Sebagai bagian dari masyarakat, saya seharusnya lebih bijak dalam menyikapi isu sensitif. Saya memohon maaf kepada Plt Kampung Yaur dan seluruh warga,” kata Yosep.
Permintaan maaf juga disampaikan oleh perwakilan masyarakat Kampung Yaur, Erens Abowi. “Atas nama sebagian warga yang mungkin terpancing emosi, kami meminta maaf jika ada ucapan atau tindakan yang memperkeruh situasi. Kami mendukung upaya rekonsiliasi dan akan bekerja sama untuk menjaga keharmonisan Kampung Yaur,” ucap Erens.

Untuk diketahui bersama permasalahan ini telah diselesaikan oleh kedua belah pihak melalui mediasi di Polres Nabire dengan menandatangi surat pernyataan berdamai dengan bergandengan tangan untuk Kampung Yaur lebih baik kedepannya. Proses mediasi difasilitasi oleh aparat kepolisian setempat untuk memastikan penyelesaian permasalahan tersebut.(pal)
Bagikan artikel ini


