NABIRE - Berbagai informasi terkait terjadi konflik antar warga di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah yang beredar saat ini sedang ditangani secara serius oleh pihak Kepolisian bersama Pemerintah Daerah serta instansi terkait.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dihubungi via Whatsaap mengatakan, berdasarkan informasi dan jejak digital yang berupa video yang beredar di beberapa platform media sosial, konflik antar warga yang telah mengakibatkan pembakaran rumah di Kabupaten Nabire saat ini sedang ditangani oleh pihak keamanan, yaitu TNI/Polri dan pemerintah daerah.

Ditambahkan, Kabid Humas, Kapolres, bupati dan beberapa kepala daerah yang terlibat dalam konflik tersebut telah melakukan mediasi setelah terjadinya insiden. Mediasi ini bertujuan untuk mencapai titik temu antara kedua kelompok yang bertikai, sehingga dapat menghindari korban jiwa dan kerugian materi yang lebih lanjut bagi warga.

Kami meminta kepada warga khususnya di Kabupaten Nabire dan beberapa kabupaten di sekitar wilayah tersebut agar menahan diri di tempat masing-masing ataupun tidak melakukan aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Pemerintah setempat dibantu aparat keamanan telah melakukan langkah cepat agar konflik tidak berkepanjangan dengan mengedepankan norma norma adat dan agama," urainya. 

Kepada masyarakat di luar Provinsi Papua Tengah, diharapkan agar tetap tenang dan tidak memposting video kebakaran yang dapat memicu kemarahan warga, mengingat potensi dampak negatif dari konten video tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Kapolres dan 2 bupati yang tengah melakukan negosiasi dengan masyarakat belum dapat memberikan keterangan, lantaran hingga petang kemarin masih melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala suku termasuk perwakilan dari kedua kubu yang bertikai.(wan)