Konsumen BBM Minta Petugas SPBU Tak Layani Pengisian Tangki Modifikasi
NABIRE – Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang terjadi Senin (17/9) d
Bagikan
NABIRE – Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang terjadi Senin (17/9) di salah satu SPBU di kota Nabire ini berimbas terjadi keributan antara konsumen dan petugas SPBU serta pemilik kendaraan tangki modifikasi. Selaku konsumen yang ada di Kabupaten Nabire meminta agar petugas SPBU yang ada di 4 SPBU di Kabupaten Nabire untuk tidak lagi melayani konsumen atau pengendara kendaraan roda empat yang menggunakan tangki modifikasi lagi. Sebab pengisian tangki modifikasi yang terjadi saat ini merupakan kegiatan bisnis yang dapat merugikan masyarakat banyak. Ditengarai para pemilik kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi ini melakukan penimbunan BBM yang selanjutnya dapat dijual lagi dengan harga mahal kepada masayarakat. Sehingga petugas SPBU harus tahu mana tangki kendaraan yang normal dan mana yang menggunakan tangki modifikasi yang kini sedang ikut antrian di SPBU. “Sesungguhnya petugas pengisian BBM di SPBU itu sudah tahu aturan pengisian BBM dan pengisian BBM yang sudah lewat dari batas tangki normal itu hukumannya apa atau ganjaran hukumannya,” kata Yan Wiliam Ayomi kepada Papuapos Nabire, Kamis (20/9) di seputar Kelurahan Kalibobo. Namun dengan kasus 17 September 2018 ini terlihat petugas SPBU menginjak aturan yang ada. Serta dengan jelas sengaja melakukan pengisian BBM pada kendaraan roda empat yang menggunakan tangki modifikasi. Sementara tidak disadari bahwa BBM milik konsumen yang didapatkan melalui antrian di SPBU dengan pengisian pada tangki yang wajar atau normal. Untuk itu kepada aparat keamanan dari kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) untuk turun dan melakukan pengawasan yang ketat di 4 SPBU yang ada di kota ini. Agar tidak lagi pelayanan pengisian bagi kendaraan tangki yang sudah dimotifikasi. Karena selaku konsumen merasa hak BBM yang milik masyarakat telah dirampas oleh oknum–oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjalankan bisnisnya. “Sesungguhnya sesama konsumen kami tidak ingin melarang saudara untuk mencari makan. Namun disarankan menggunakan cara mencari makan yang sehat dan wajar agar konsumen lain juga kebagian. Karena dengan menggunakan kendaraan tangki modifikasi sudah merupakan bagian dari egois dengan merugikan orang lain,” ujarnya.(des)
Bagikan artikel ini



