Kuburan Kalibobo Sesak, Masyarakat Minta Dukungan Pemerintah
NABIRE – Warga Kelurahan Kalibobo meminta dukungan pemerintah daerah untuk memindahkan lokasi kuburan umum. Karena, kuburan umum Kalib
NABIRE – Warga Kelurahan Kalibobo meminta dukungan pemerintah daerah untuk memindahkan lokasi kuburan umum. Karena, kuburan umum Kalibobo sudah sangat sesak sehingga membutuhkan lokasi baru untuk kuburan umum bagi warga Nabire.
Kondisi tersebut diungkapkan warga saat anggota Kelompok II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire hearing bersama warga Kelurahan Kalibobo, Selasa (30/3) pagi.
Ketua Kelompok II Hearing DPRD Nabire, Musa Malissa di Sekretariat DPRD, mengatakan, dalam pertemuan dengan warga Kalibobo meminta dukungan pemerintah untuk memindahkan lokasi kuburan umum Kalibobo ke lokasi baru.
Musa Malissa didampingi anggota Roy Wonda dan David Kadepa menambahkan, menurut warga, kondisi kuburan umu Kalibobo kini, sudah mulai lapis dua tiga kuburan di satu kuburan. Saat menggali kuburan, ketemunya tulang lapis dua, lapis tiga. Kuburan Kalibobo sudah tidak mampu menampung lagi.
Akibat sesaknya kuburan Kalibobo, Musa malissa menambahkan, dalam pertemuan dengan warga Kalibobo, sudah 60 kuburan di pinggir rumah. Warga menguburkan keluarga di pinggir rumah karena kuburan Kalibobo sudah sesak bahkan berlapis.
Menyikapi penguburan di pinggir rumah, mantan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire ini menilai, akibat penguburan di pinggir rumah bisa berdampak kepada sumur di pinggir rumah sehingga dari sisi kesehatan kurang sehat.
Kelompok II Hearing DPRD Nabire menyatakan mendukung warga Kalibobo untuk memindahkan lokasi kuburan umum Kalibobo. Karena, warga sendiri sudah mencari lokasi kuburan umum baru di luar Kalibobo.
Oleh sebab itu, DPRD Nabire mendukung inisiatif dan prakarsa warga untuk mencari lokasi baru di luar kuburan Kalibobo.
Musa Malissa bersama anggota kelompok II hearing DPRD meminta pemerintah eksekutif untuk mendukung warga Kalibobo mencari lokasi baru untuk kuburan umum. Karena kondisi kuburan Kalibobo sudah tidak mampu menampung lagi. (ans)
Bagikan artikel ini



