PANIAI – Kabupaten Paniai merupakan satu kabupaten di Tanah Papua yang kaya akan kekayaan alam serta potensi pariwisata, namun tidak dikelola secara baik oleh pemerintah setempat. Tak hanya itu sarana infrastruktur juga banyak yang harus dan perlu dibenahi mulai dari drainase, talud, pengerukkan sampah di bibir Danau Paniai dan sebagainya.Dalam keambiguitas masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh intelektual selalu ada harapan baru. Harapan baru untuk kembali membangun daerah. Sebab esensi dari sebuah kemajuan adalah optimisme. Tanpa otimisme kemajuan akan stagnan, apabila masyarakat meninggalkan ego serta sentimen-sentimen antar gologan yang menghambat majunya pembangunan itu sendiri.Tim Nawacita Presiden Ir. H. Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi telah mengunjungi Kabupaten Paniai sejak tanggal 23 - 24 April 2018 kemarin. Dalam kunjungannya mereka telah memantau di beberapa lokasi terutama di Bandara Udara (Bandara) Enarotali, kemudian Pelabuhan Aikai serta Tanjung Aikai, Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai.Mereka mengunjungi lokasi tersebut, ketika air danau meluap hingga Bandara Paniai tergenang air, rumah warga di Aikai pun terendam banjir, kemudian sampah-sampah tercecer di bibir danau yang mungil, terjadi pendangkalan danau akibat enceng gondok, talud yang tidak dibangun dan lainnya.  Mereka mengakui keindahan alam Paniai serta kekayaan alam yang ada. Tetapi mereka juga turut bersedih, lantaran kegagalan pemerintah daerah yang apatis dengan kondisi daerah demikian parah. Atas kunjungan mereka masyarakat setempat telah menyampaikan keluhan serta aspirasi kepada Ketua Tim Nawacita Presiden, yang dipimpin Ruri Jafar Samae, ST.Mewakili masyarakat Paniai, Tokoh Masyarakat Zeth Yeimo menyampaikan aspirasi yang terdapat 9 poin kepada Tim Nawacita Presiden di hadapan masyarakat Paniai. Kesembilan poin itu diantaranya, terkait reklamasi danau dan pembangunan objek wisata Danau Paniai, normalisasi sungai, peningkatan ruas jalan, peningkatan fasilitas air bersih/air minum, pembangunan derainase/irigasi dan peningkatan Bandara Enarotali. Selain itu, pembangunan dan pembebasan lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir), talut pengaman danau dan daerah rawan longsor, pengelolahan sampah, pengembangan budidaya ikan air tawar kolam, kerambah apung,  jonson pengamanan dan penangkapan ikan di danau. “Program yang kami usulkan ini harus direalisasikan sebelum masa jabatan Presiden Joko Widodo berakhir,” tegasnya. (wan)