Lapas Nabire Lengkapi ‘ATM’ SDP
NABIRE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire kini telah melengkapi fasilitas penunjang sistim teknologi modern tinggi den
Bagikan
NABIRE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire kini telah melengkapi fasilitas penunjang sistim teknologi modern tinggi dengan memasang sistim database pemasyarakatan (SDP) mirip Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diperbankan. Bedanya, ATM bank menggunakan kartu tetapi “ATM” SDP, cukup tindis tombol, data sudah dibaca.“Sekarang, kalau masyarakat mau tahu tentang narapidana, berapa lama hukumannya, tidak perlu lama-lama, cukup tindis di sini, nanti datanya bisa dibaca sendiri. Masyarakat tidak perlu tanya-tanya lagi,” tutur Kalapas kelas II B Nabire, Sopian,Amd IP,SH,MH sambil menekan tombol hitam di mesin “ATM” ketika menjemput dan mengajak Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak ke hall tengah Lapas untuk penyerahan secara simbolis bingkisan kepada Lapas.Sambil jari tangan kanan Sopian menindis tombol di mesin mirip mesin ATM di antara kantor induk dan pos security dalam, Sopian menjelaskan, “mau tahu data tentang narapidana yang menghuni lapas ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh. Cukup tindis tombol hitam di tengah, data yang dituju akan keluar sehingga masyarakat bisa tahu, berapa lama hukuman yang akan dijalani warga binaan Lapas. Mesin “ATM” di dalam ini khusus untuk memuat data narapidana dengan sistim database pemasyarakatan (SDP). Sistim informasi tentang data narapida di Lapas ini dikembangkan Kementerian Hukum dan HAM sebagai database pemasyarakatan.Menjawab pertanyaan Kadinsos Ishak, Sopian mengatakan, untuk pengunjung dan keluarga, pemutahiran database pemasyarakatan serupa juga telah dipasang di bagian depan kantor.Sopian menjelaskan, dengan menerapkan informasi tentang narapidana lewat mesin SDP yang baru, warga yang mengunjungi Lapas Nabire bisa mengetahui waktu hukuman yang dijalani seorang warga binaan Lapas.Usai menerima anjangsana dari tim anjangsana Kabupaten, Sopian secara terpisah kepada media ini mengatakan, mesin SDP terebut baru selesai dipasang 1 bulan, usianya sebulan. Oleh karena itu, kata Sopian, untuk sementara Kalapas belum mau membuka teknologi yang dipakai Lapas Nabire kepada masyarakat luas.”Nanti saya akan jelas secara luas dan detail pada saat umumkan remisi yang diterima warga Lapas. Sekarang belum bisa saya jelaskan mendetail, cukup penjelasan tadi itu saja,” tuturnya. (ans)
Bagikan artikel ini



