NABIRE – Lapangan terbang (Lapter) Karadiri tidak layak didarati pesawat berbadan besar seperti boeing, layak hanya didarati pesawat jenis ATR. Bila masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire dan Pemerintah Povinsi (Pemprov) Papua Tengah menghendaki didarati pesawat berbadan besar seperti boeing, harus menambah lagi 900 meter.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Nabire, Yuliten Makai di ruang kerjanya, Kamis (6/7) mengatakan sesuai keterangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat mengunjungi Lapter Karadiri, beberapa waktu lalu mengatakan lapangan terbang Karadiri yang ada sementara ini hanya layak didarati pesawat jenis ATR (sedang), tidak layak didarati pesawat jenis boeing (berbadan besar). Apabila pemerintah daerah dan masyarakat menghendaki Lapter Karadiri bisa didarati oleh pesawat besar, boeing, Lapter Karadiri harus menambah lagi 900 meter. Selama belum ada penambahan lapter, lapangan terbang yang ditangani Kementerian Perhubungan ini hanya akan didarati pesawat jenis ATR.

Yuliten Makai menambahkan, Dinhub Kabupaten Nabire tidak menangani pekerjaan lapter Karadiri, pekerjaaan ditangani langsung oleh Kemenhub. Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire hanya menyediakan lahan dan sebagai pengawas pekerjaan. Oleh sebab itu, kelayakan pendaratan jenis pesawat di Lapter Karadiri juga ditentukan oleh Kemenhub.


Belum Bisa Tahun Ini


Ketika ditanya, apakah Lapter Karadiri bisa didarati pesawat dalam tahun ini, Kadinhub Yuliten Makai mengatakan belum optimis. Sebab faslitas pendukung untuk lapangan terbang tersebut belum tersedia. Fasilitas yang dimaksud yakni lampu di bandara, penyediaan kebutuhan air bersih dan jalan keluar masuk Bandara Karadiri.

Yuliten menjelaskan, saat Kemenhub mengunjungi Lapter Karadiri beberapa saat lalu mengatakan sebelum pesawat mendarat di lapangan terbang baru di Kadaradiri, diperlukan penyediaan lampu di bandara, penyediaan air bersih untuk kebutuhan bandara dan jalan masuk keuar bandara.

Oleh sebab itu, Yuliten menilai untuk tahun ini, Lapter baru di Karadiri belum didarati pesawat. Sekalipun Presiden Joko Widodo berharap Lapter Karadiri selesai dan bisa didarati pesawat sebelum mengakhiri masa jabatannya.

Untuk mempercepat pendaratan pesawat di lapangan terbang baru di Nabire, Kadinhub Yuliten Makai menilai perlu kerja kroyokan antara intansi yang menangani kekurangan fasiltas pendukung tersebut. Jika ada kerja kroyokan untuk lampu, penyediaan air bersih dana jalan, akhir tahun 2023, lapangan terbang Karadiri bisa didarati pesawat di bandara baru Nabire. Jika tidak ada kerja keroyokan, harapannya tahun depan pesawat akan mendarat di lapangan terbang Karadiri. (ans)