NABIRE – Imbas hujan pada Jumat malam pekan lalu, membuat longsoran abutmen Jembatan Sungai Siriwini makin lebar. Sehingga untuk kendaraan roda empat sudah dilarang untuk melintas di jembatan itu. Sebab longsoran makin melebar hingga sebagian jalan juga ikut longsor.

Sejumlah pihak yang hadir guna melihat dari dekat kondisi longsornya abutmen bagian kanan dari arah kota ikut angkat suara. Mereka meminta adanya perhatian serius dari pemerintah daerah.

Sebab Jembatan Siriwini Bawah merupakan satu-satunya jalur yang bisa dilewati ratusan anak sekolah bersama para guru SMAN 3 Nabire. Karena tidak mungkin para guru dan anak sekolah harus memutar dari jalan atas karena akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Untuk itu sejumlah pihak yang hadir meminta agar pemerintah daerah mengambil langkah dengan pembangunan tanggap darurat. Sebab untuk menunggu pembangunan jembatan baru pasti membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sementara kondisi longsornya abutmen Jembatan Siriwini Bawah terus makin lebar pengikisannya. Sedangkan saat ini intensitas curah hujan di Kabupaten Nabire sangat tinggi. Sehingga jika tidak diambil langkah darurat, Jembatan Sirwini Bawah dipastikan akan putus total.

Pantauan Papuapos Nabire pada Jumat pekan lalu, dengan longsornya abutmen Jembatan Siriwini pada dua pekan lalu, kini kembali longsor lagi. Sehingga kendaraan roda empat dilarang melewati jembatan itu.

Longsoran abutmen yang tadinya kecil kini sudah melebar hingga beberapa memasuki ruas jalan. Sehingga dipasang tali pengaman dengan harapan agar masyarakat kendaraan roda dua maupun masyarakat pejalan kaki juga harus berhati-hati.(des)