DEIYAI – Masalah yang serius untuk menjadi perhatian bersama pemerintah di tanah Papua adalah masalah kekurangan tenaga guru. Karena, sesuai kondisi rill di lapangan, hampir sebagian besar sekolah-sekolah di tanah Papua ini, masih terlihat kekurangan tenaga guru. Masalah kekurangan tenaga pendidik atau pengajar adalah masalah yang sangat serius dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua berkwalitas di tanah ini.   “Berbicara soal sumber daya manusia Papua berkwalitas, tentu yang utama dan terutama adalah tenaga guru tetap atau berNip, sebagai tenaga pendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Namun kekurangan tenaga pendidik pada sejumlah jenjang pendidikan, baik sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SLTA, adalah sebuah masalah yang sedang dihadapi di tanah Papua, termasuk di Kabupaten Deiyai. Sehinga masalah kekurangan tenaga guru pada beberapa jenjang pendidikan yang ada di wilayahnya, tentu menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah daerah untuk melihat dan menyikapi secara serius terhadap kondisi kekurangan tenaga guru,” kata salah seorang tokoh intelektual yang peduli akan pendidikan, Deki, kemarin.  Dikatakan, dalam rangka mempersiapkan manusia Papua yang berkwalitas, tentu didukung dari beberapa faktor diantara, gedung sekolah, sarana sekolah, tetapi yang utama adalah soal tenaga gurunya. Karena walaupun gedung sekolah ada tetapi kalau tenaga guru ata pengajarnya tidak ada,  belum bisa mencapai cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan bangsa. Karena jika tidak ada guru, atau tidak ada yang mengajar, mana bisa anak-anak Papua bisa pintar maka berbicara soal meningkatkan sumber daya manusia Papua yang berkwalitas, jika tidak dukung dengan tenaga pengajar, tidak akan mungkin tercapai atau terwujud impian atau harapan semua orang.  Oleh sebab itu, menurutnya, masalah kekurangan tenaga pengajar ini, masalah yang perlu diseriusi oleh pemerintah daerah di tanah Papua, termasuk Deiyai agar terus meningkatkan SDM Papua berkwalitas.  Jika tanpa guru yang memadai di sekolah mana bisa meningkatkan SDM yang berkwalitas. “Masalah kekurangan tenaga guru ini, jangan dilihat dan sikapi sebelah mata. Sebab, menurutnya, jika tidak seriusi melihat soal kekurangan tenaga guru, akan berdampak kepada proses belajar mengajar anak-anak di sekolah. Menanggapi kondisi kekurangan tenaga guru di sekolah ini. Ada bebarapa contoh konkrit bahwa para siswa/i lakukan aksi demo di kantor bupati dan lainnya. Dalam aksi para siswa itu juga tuntut datangkan guru tetap atau berNip di sekolahnya agar para siswa dapat terima pelajaran dengan baik di sekolahnya. Maka perlu serius menyikapi kondisi tersebut,” katanya.  Oleh sebab itu, ia mengharap, pemerintah derah bersama pihak-pihak  terkait dapat menyikapi kondisi ini secara serius agar nantinya secara bertahap dapat menjawab sesuai dengan harapan semua orang di tanah Papua yaitu nantinya dapat tersebut meningkatkan sumber daya manusia yang berkwalitas, sesuai harapan bersama.(henbob)