Mediasi Tiga Kabupaten untuk Menyelesaikan Masalah Emas Ilegal
NABIRE - Ketua DPRD Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa, S.Th, menyampaikan agar Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,M.M, segera memfasilitasi mediasi 3 kabupaten, Timika, Deiyai dan Dogiyai, terkait emas ilegal di Kapiraya, dimana daerah kapiraya terbagi menjadi dua, Kapiraya bawah berada di Mimika dan Kapiraya atas ada di Deiyai.

NABIRE - Ketua DPRD Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa, S.Th, menyampaikan agar Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,M.M, segera memfasilitasi mediasi 3 kabupaten, Timika, Deiyai dan Dogiyai, terkait emas ilegal di Kapiraya, dimana daerah kapiraya terbagi menjadi dua, Kapiraya bawah berada di Mimika dan Kapiraya atas ada di Deiyai.
Terkait masalah yang berada di Kapiraya bawah, untuk diketahui bersama bahwa ada emas ilegal yang masuk dan jika dibiarkan maka akan terjadi keributan besar nantinya.
"Kami meminta dengan hormat Pj Gubernur Papua Tengah, segera mengundang Bupati Timika, Bupati Deiyai dan Bupati Dogiyai, untuk menyelesaikan masalah di Kapiraya bawah, terkait persoalan emas ilegal yang masuk dan kalau ini dikasih pembiaran nanti kedepannya akan terjadi keributan besar akan muncul," ucap Petrus Badokapa.
Petrus juga berharap agar Pj gubernur, segera mengundang tiga bupati, untuk menyelesaikan masalah soal tapal batas dan masalah konflik yang akan terjadi, jika tidak ditangani dengan cepat kedepannya akan terjadi keributan besar.
Ada dua suku yang berada di Kapiraya, diantaranya Suku Mee dan Suku Kamoro. "Sebelum kehadiran pemerintah, sebelum pemimpin agama pembawa Injil, adat dan kehidupan orang Mee dan Kamoro dari dulu sudah ada, soal tapal batas dari sisi adat itu sudah ada," katanya.
Ditegaskan dalam wawancaranya, agar Pj Gubernur Papua Tengah segera mengundang para bupati yang ada di wilayah tersebut.
"Saya meminta dengan hormat, kepada Pj Gubernur Papua Tengah, segera mengundang Bupati Timika, Deiyai dan Dogiyai, segera selesaikan sebelum terjadi konflik atau keributan yang lebih besar lagi. Kapiraya ini bukan tanah kosong, dari sebelum pemerintahan ini Kapiraya sudah ada di situ beserta isinya, suku Mee dan Kamoro sudah lama di situ pula," tutupnya.(edi)
Bagikan artikel ini



