NABIRE - Guna melayani masyarakat di kampung terpencil, seorang pelayan kesehatan, Mantri Musa Semu memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat dengan beradaptasi dengan memakai pakaian adat Bobe sebagai bentuk dedikasi yang tinggi atas kepatuhannya, dihormati dan diapresiasi.


Demikian penjelasan disampaikan Kepala Pustu Diyeugi, Mantri Yulianus Magai, M.Kes melalui WA grup yang diterima Rabu (24/4/2024) pukul 17.53 WIT di ruang Redaksi Papuapos Nabire.


Dikatakan Yulianus Magai, kehidupan atau kebiasaan manusia kita semua sudah tau yang berpendidikan maupun yang tidak berpendidikan yang tinggal di kampung. Bahkan mereka itu bosan dan gelisah, apalagi membuat rumah tinggal menetap di kampung agak sulit.
Karena semua menuju ke tempat yang begitu indah dengan keramaiannya, begitulah kebiasaan generasi kita saat ini.


Penyelenggaraan pelayanan yang dilakukan seorang Mantri Musa Semu di daerah terpencil, penuh dedikasi yang tinggi dengan hati, merupakan contoh yang patut diapresiasi.


Sikap beliau yang mencerminkan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat terlihat dari kesediaannya untuk mengenakan pakaian adat, seperti Bobe dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil.


Tindakan ini menunjukkan rasa hormat dan kesungguhan beliau dalam berintraksi dengan masyarakat setempat. Ini suatu kehormatan bagi masyarakat jika pelayan publik, seperti seorang mantri, dapat memahami dan menghormati keberagaman budaya serta tradisi yang ada di daerah tersebut.


Dengan mengenakan pakaian adat, bukan hanya sebagai simbol identitas budaya, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.


Menggunakan pakaian adat oleh seorang mantri dalam pelayanannya, juga dapat menjadi contoh bagi pelayan publik lainnya, untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan harapan masyarakat yang dilayani. Dengan memahami dan menghormati budaya serta adat istiadat setempat, pelayan publik dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat dan memberikan pelayanan lebih berkualitas.


Seorang Mantri yang menjalankan pelayanan dengan hati dan menggunakan pakaian adat sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat setempat layak mendapat apresiasi dan dukungan dari semua pihak.


Semangat kebersamaan dan perhatian terhadap nilai-nilai budaya lokal perlu dihargai dan dipromosikan agar dapat terus berkembang dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat di daerah itu.


"Semoga tindakan mulia seperti yang dilakukan oleh mantri tersebut, dapat menjadi contoh bagi pelayanan publik lainya, yang mencintai pembangunan kampung dan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera,” pungkasnya.(modes)