Melkias Keiya: Keselamatan Saat Keluar Rumah Ada di Tangan Sendiri
Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, S.H., mengajak masyarakat Kabupaten Nabire meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan diri, terutama saat berkendara di tengah meningkatnya jumlah kendaraan dan kepadatan aktivitas masyarakat.

NABIRE — Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, S.H., mengajak masyarakat Kabupaten Nabire meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan diri, terutama saat berkendara di tengah meningkatnya jumlah kendaraan dan kepadatan aktivitas masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Melkias saat menggelar pertemuan bersama masyarakat RT 10/RW 1, Kelurahan Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, Senin (25/8/2026).
Melkias mengatakan, keselamatan setiap orang ketika keluar rumah pada dasarnya berada di tangan masing-masing. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan aspek keselamatan sebelum bepergian menggunakan kendaraan.
Menurutnya, Nabire kini memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah. Kondisi tersebut ikut mendorong pertumbuhan aktivitas masyarakat dan jumlah kendaraan, sementara sejumlah ruas jalan di Nabire masih belum mengalami pelebaran.
“Keselamatan setiap orang yang keluar rumah dan berkendaraan ada di tangan sendiri,” kata Melkias.
Ia menjelaskan, kunjungannya dari rumah ke rumah bukan sekadar untuk bertemu masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari.
Melkias mengingatkan masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kendaraan agar memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak digunakan. Pemeriksaan rem, lampu sein dan perangkat keselamatan lainnya perlu dilakukan sebelum kendaraan dijalankan.
Selain itu, masyarakat diminta mematuhi seluruh aturan lalu lintas demi mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Di Kabupaten Nabire pada saat ini terlihat kendaraan cukup banyak dan ramai, maka tingkat kecelakaan juga cukup tinggi. Kepada semua masyarakat harus menjaga keselamatan diri pribadi saat berkendaraan ke manapun kita pergi,” tegasnya.
Waspada Kemarau dan Asap
Dalam pertemuan tersebut, Melkias juga menyoroti kondisi kemarau atau musim panas berkepanjangan yang melanda Nabire. Ia mengimbau masyarakat tidak sembarangan membakar kebun maupun sampah.
Menurutnya, pembakaran tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama dalam kondisi cuaca kering. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena api kecil sekalipun dapat mengancam keselamatan manusia dan lingkungan.
“Jangan asal membakar kebun, sampah maupun membuang puntung rokok. Api yang kecil pun dapat mengancam kesehatan dan keselamatan manusia,” ujarnya.
Melkias juga meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Kondisi udara di sejumlah wilayah Nabire yang dipenuhi asap dan debu dinilai dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Bagi masyarakat yang keluar juga diingatkan untuk selalu menggunakan atau memakai masker, karena di seluruh kota Nabire telah terlihat asap tebal di mana-mana dan juga debu yang bertebaran,” katanya.
Pertemuan ke-IX
Pertemuan bersama masyarakat RT 10/RW 1 Kelurahan Bumiwonorejo tersebut merupakan kegiatan ke-IX yang dilakukan Melkias Keiya di lingkungan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan doa. Dalam kesempatan tersebut, Melkias juga menyerahkan bantuan sembako secara sederhana kepada mama-mama dan bapak-bapak yang hadir.
Melalui pertemuan tersebut, ia berharap pesan mengenai keselamatan berkendara, kewaspadaan terhadap kebakaran serta menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang berdebu dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab orang lain, tetapi dimulai dari kesadaran kita sendiri,” pungkasnya. (Des)
Bagikan artikel ini



