NABIRE – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dogiyai dan Nabire, Kamis (20/7/21). Selain melakukan pengecekan cara penanganan dan hasil penanganan konflik, juga melakukan pengecekan kemiskinan ekstrim sekaligus mengecek program-program nasional seperti stunting.

“Kami bersama Deputi BNPB dan Deputi Kemenkumham untuk melakukan kunjungan kerja di Provinsi Papua Tengah khususnya di Nabire dan di Dogiyai, untuk mengecek langsung cara penanganan dan hasil penaganannya kemarin terjadi konflik. Kemudian mengecek kemiskinan ekstrim sekaligus mengecek program-program nasional stunting angkanya masih sangat tinggi rata-rata di atas 30% seluruh kabupaten,” ujar Menteri PMK RI, Muhadjir Effendy, kepada awak media di Bandara Nabire.

Dengan kunjungan kerja ini, dirinya berharap persoalan-persoalan yang ada bisa segera diambil langkah-langkah cepat. Dirinya juga bertemu dengan para tokoh agama di Dogiyai untuk mencari jalan penyelesaian masalah. Sekaligus juga dengan program-program nasional yang betul-betul bisa melibatkan masyarakat, sehingga tidak hanya sepihak oleh pemerintah. Selain itu juga aka nada rapat koordinasi seluruh kabupaten yang ada di Papua Tengah, membahas persoalan stunting dan kemiskinan khususnya kemiskinan SDM.


Pantau Pembangunan Manusia dan Kebudayaan


Siaran pers dari Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, menyebutkan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memantau perkembangan pembangunan manusia dan kebudayaan di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. 

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy tiba di Dogiyai pada tanggal 20 Juli 2023 siang dalam rangka memantau pembangunan manusia di wilayah Kabupaten Dogiyai. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan peran Kemenko PMK dalam mewujudkan salah satu Visi Indonesia Emas 2045, yaitu “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Pembangunan manusia kedepan diharapkan dapat mewujudkan kriteria SDM yang unggul. Antara lain memiliki berbudi pekerti luhur, berkarakter kuat, toleran, jujur, berhati Indonesia, berideologi Pancasila, berakhlak mulia, pekerja keras, berdedikasi, dan menguasai keterampilan dan ilmu pengetahuan masa kini dan masa mendatang. 

Muhadjir Effendy didampingi para pejabat Provinsi Papua Tengah dan unsur Forkopimda melakukan diskusi dengan Pj. Bupati Dogiyai dan jajaran membahas tentang perkembangan pembangunan manusia dan kebudayaan di Kabupaten Dogiyai. Hasil diskusi ini ditemukan beberapa masalah dan hambatan pembangunan manusia di Dogiyai. Sehingga kedepan upaya kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan lebih masif untuk membangun sinergitas pelaksanaan agenda prioritas pembangunan nasional di daerah. 

Kunjungan kerja ini adalah bentuk pendampingan dan pembinaan dari pemerintah pusat untuk memastikan program prioritas nasional berjalan dengan baik di daerah. Kendala-kendala yang tidak dapat dieksekusi oleh pemerintah daerah, maka pemerintah pusat siap untuk mendukung untuk menuntaskan kendala yang menghambat pembangunan manusia. 

Disela-sela kunjungan kerja di Dogiyai, Muhadjir Effendy didampingi Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, dan tim dari Kementerian Sosial RI memberikan bantuan. Masing-masing paket penanggulangan bencana yang diterima oleh Kepala BPBD Kabupaten Dogiyai, paket Sembako untuk pengentasan gizi buruk (stunting) yang diterima Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dogiyai.

Muhadjir dan rombongan bertolak kembali ke Nabire pada Pukul 13.00 WIT dengan pesawat udara. (ros/rob/feb)