NABIRE - Kapolres Nabire AKBP. Wahyudi Satriyo Bintoro menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Asia U-23 antara Indonesia Vs Uzbekistan dengan masyarakat Nabire pada Senin (29/04/24)pukul 22.30 WIT, bertempat di Aula RBP Polres Nabire.


Nobar ini dihadiri oleh Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar H. Damanik, S.STP., MM, Lo Kabinda Papua Tengah Kol. Mar. Totok Nurcahyanto, Kepala Suku Besar Mee Nabire Meky Keiya, Kasatpol PP Nabire AKP. Burhanuddin Pawennari, Ketua Himpunan Jawa Sunda dan Madura (HKJM) diwakilkan Suroso, SE, awak Media para Kabag, Kasat sejajaran Polres Nabire.


Pertandingan semifinal Piala Asia U-23 antara Indonesia melawan Uzbekistan tersaji di Stadion Abdullah Bin Khalifa Stadium, Senin malam Waktu Indonesia Timur.
Uzbekistan bermain menekan sejak menit awal. Bola tembakan jarak jauh Abbosbek Fayzullaev pada menit kelima masih melayang di atas mistar gawang.


Peluang didapat Uzbekistan pada menit ke-14. Bola tembakan Ulugbek Khoshimov di kotak penalti dapat diblok Ernando Ari.


Indonesia masih kesulitan lepas dari pressing Uzbekistan. Garuda Muda nyaris mendapat penalti di menit ke-26 setelah Witan Sulaeman ditekel Abdukodir Khusanov, tapi Video Assistant Referee (VAR) menilai tekel bek Uzbekistan itu bersih.


Peluang emas didapat Uzbekistan di menit ke-30. Bola tembakan Abdurauf Burief dari luar kotak penalti membentur mistar gawang.


Uzbekistan terus mengepung pertahanan Indonesia hingga memasuki injury time selama sepuluh menit. Rizky Ridho Cs mampu menahan imbang 0-0 di akhir babak pertama.


Pluit babak kedua dibunyikan oleh pemimpin pertandingan Shen Yinhao, wasit asal negeri tirai bambu dan peluang didapat Uzbekistan pada menit ke-57. Bola tembakan Alisher Odilov di kotak penalti meleset dari sasaran.


Ancaman kembali dilancarkan Uzbekistan dua menit berselang. Percobaan jarak jauh Jasurbek Jaloliddinov membelah pertahanan Indonesia, tapi bola meluncur ke samping.


Muhammad Ferrari sempat mencetak gol di menit ke-61, gemuruh suara penonton di dalam aula RBP Polres Nabire menjadi ramai.  Namun, golnya dianulir karena offside Ramadan Sananta, membuat semua kecewa.


Tidak lama kemudian pemain pengganti dari tim Serigala Putih, Norchaev Khusayin berhasil memecah kebutuan pada menit ke-68.
Pada menit ke-83 petaka kembali menimpa Indonesia, Kapten Garuda Muda Rizky Ridho mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran dia kepada Jasurbek Jaloliddinov.


Indonesia harus bermain dengan 10 pemain. Selang 4 menit tim Serigala Putih menambah gol melalui gol bunuh diri Pratama Arhan.
Indonesia gagal memperkecil ketertinggalan hingga pluit panjang berbunyi. Skor 2-0 untuk Uzbekistan jadi hasil akhir pertandingan.


Hasil ini membuat Uzbekistan lolos ke final dan menyegel tiket ke Olimpiade 2024. Indonesia masih akan menjalani perebutan juara ketiga demi bisa lolos ke Olimpiade Paris.(Pal)