NABIRE – Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) merupakan salah satu langkah yang dilakukan sekolah dalam rangka pembentukan karakter siswa siswi agar dapat memiliki 6 dimensi. Keenam dimensi itu, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, berkearifan global, gotong royong, kritis, kreatif dan mandiri. Keenam dimensi ini dapat berkaitan langsung dengan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di setiap satuan pendidikan dan dapat diprogramkan oleh pihak sekolah.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd, M.Pd, kepada media ini, Rabu (20/9/23) kemarin.

Dikatakan, SMPN 4 Nabire dapat memprogramkan P-5 yang lebih difokuskan bagi siswa siswi kelas VII dan VIII. Karena di saat ini bagi kelas VII dan VIII telah diterapkan Kurikulum Merdeka Belajar secara utuh pada semester ganjil ini dengan mengangkat thema dalam P-5 “Suara demokrasi dan bangunlah jiwa ragaku.”

“Dari kedua tema itu untuk suara demokrasi dengan topik pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bagi kelas VII dan VIII, sementara untuk tema bangunlah jiwa dan ragaku dengan topik gerakan tari kreasi pelajar Pancasila,” tutur H. Suwandi.

Kegiatan gerakan tari kreasi secara khusus dapat diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas VII dan VIII SMP N 4 Nabire. Sementara bagi kelas IX tidak dilaksanakan kegiatan atau program P-5, karena siswa siswi kelas IX masih diterapkan kurikulum K-13 yang akan berakhir di semester genap tahun pelajaran 2023/2024 mendatang.

Dalam kegiatan tari kreasi yang diwajibkan bagi siswa siswi kelas VII dan VIII diawasi wali kelas. Sehingga anak-anak murid dapat mengikutinya dengan baik. Karena dalam kegiatan gerak tari kreasi akan terlihat 6 dimensi yang dimasksudkan dalam P-5. Karena hasilnya pun akan terlihat di masyarakat pada masa–masa mendatang.(des)