Pakai Kateter, Alex Saudila Ikut UKW
NABIRE - Alexander Saudila, sapaan Alex yang lahir di Pulau Rote, pada 8 Agustus 1958 lalu, ayah dari 6 anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan, jenjang pendidiian hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).

NABIRE - Alexander Saudila, sapaan Alex yang lahir di Pulau Rote, pada 8 Agustus 1958 lalu, ayah dari 6 anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan, jenjang pendidiian hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Untuk menjadi wartawan di RRI Nabire, Alex terlebih dahulu mendapat tugas menjadi bendahara rutin, bendahara proyek saat pembangunan Kantor RRI, menjadi Kasubsi Siaran sekaligus penanggung jawab Kasubsi Program 2.
Setelah itu menjadi Kasubsi Pencitraan Layanan Usaha, dan pada akhirnya menjabat sebagai Kasusbi Liputan di Seksi Pemberitaan sebagai awal mula menjadi wartawan hingga purnatugas pada tahun 2018.
Adapun penghargaan yang pernah diraih ketika bekerja di RRI adalah mendapat lencana Satya Karya dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Pengalaman yang ia peroleh ketika menjadi wartawan tentu ada pengalaman baik dan buruk. Pengalaman buruk yang pernah ia alami ketika mendatangi narasumber, namum narasumber enggan untuk menjawab dan meminta daftar pertanyaan sehingga mengganggu tugas yang dilaksanakan.
Sedangkan pengalaman baiknya adalah dapat mengerjakan tugas yang diperintahkan dengan baik, tepat waktu dan tidak pernah mengeluh ataupun menolak.
Hal terpenting bagi Alex, mengabdi di RRI maupun pekerjaan apa saja yang terutama adalah harus loyal dan mencintai pekerjaannya.
Walaupun sudah pernah tugas dari RRI, Alex masih mencintai dunia jurnalistik yang ditekuninya sejak puluhan tahun lalu.
Ketika mendengar PWI akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Nabire, Alex antusias untuk mengikuti UKW dengan melengkapi berkas administrasi.
Dua hari mengikuti UKW pada tanggal 18-19 April 2024, lelaki asal pulau NTT ini dapat menyelesaikan 10 mata uji jenjang muda dan dinyatakan kompeten dan namanya akan tercatat sebagai wartawan kompeten di Dewan Pers.
Semangat dari ayah, enam orang anak ini yang perlu menjadi inspirasi kepada para wartawan muda di Nabire dan Papua Tengah.
Apalagi Alex ikut UKW dalam keadaan sakit. "Malam pak, ijin tadi bapak pulang langsung ada sakit. Ini sementara pasang kateter," pesan singkat Whatsapp anaknya yang juga reporter di RRI Nabire.
Sakit yang dialaminya tidak membuatnya menyerah, bahkan semakin memacu semangat untuk menyelesaikan UKW hari kedua.
Dengan menggunakan motor honda Supra, Alex tiba di hotel pukul 07.30 WIT, dan siap menyelesaikan mata uji kompetensi. Akhirnya perjuangan dua hari itu terbayar sudah. Dimana, dirinya dinyatakan kompeten. Selamat senior, semangatmu menjadi inspirasi bagi para jurnalis muda di Nabire.(pal)
Bagikan artikel ini



