JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengirimkan sebanyak 288 Calon Praja (Calpraja) untuk mengikuti seleksi masuk Sekolah Kedinasan milik Kementerian Dalam Negeri, yakni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2024.


Tahun ini, kuota untuk Papua Tengah sebanyak 27 orang, naik dari tahun lalu yang hanya 12 orang. Dari 27 orang ini, 22 untuk orang asli Papua dan 5 untuk non OAP.


"Memang animo sangat tinggi, tapi dari Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini IPDN sebagai penyelenggara tidak punya kewenangan menambah kuota. Kami hanya mengacu pada kuota yang telah disediakan oleh Kemenpan RB," terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah, Roland James, S.STP.,MM.


Kepala BKPSDM Papua Tengah meminta para peserta calon praja untuk disiplin dan sungguh-sungguh mengikuti seleksi agar bisa lolos ke tahap berikutnya.


"Saya berharap semua peserta seleksi IPDN asal Provinsi Papua Tengah dapat mengikuti tahapan seleksi yang telah ditentukan dengan baik, penuh semangat dan mencapai hasil yang terbaik," kata James.


Ikut hadir memfasilitasi dan memantau kegiatan pelaksananan seleksi bagi Calpraja IPDN dari Provinsi Papua Tengah itu, Kepala Bidang Pengadaan ASN pada BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Elisabeth Pekey, A.Md dan sejumlah stafnya sejak hari pertama pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ini bagi para Calpraja yang digelar oleh Kantor Regional (Kanreg) IX Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura selama 18 sampai dengan 22 Juli 2024 di Kantor BKN Jayapura.(rob/ist)