NABIRE – Pastor Paroki Wonorejo, Benny Magai, mengharapkan agar umat Paroki Wonorejo yang merupakan warga Nabire, agar tidak menjual tanah. Tetapi fungsikan tanah dengan tanam tanaman jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil panennya bisa dijual ke pasar, dan hasilnya untuk kebutuhan keluarga.

Harapan ini disampaikan Pastor Benny Magai, di gereja, Minggu (3/7/22), menanggapi telah disahkannya Provinsi Papua Tengah dan beribukota di Nabire. 

Dikatakan, umat di Paroki Wonorejo rata-rata berprofesi sebagai petani. Diharapkan warga untuk menggarap tanah dengan tanam tanaman.  

“Jika tidak garap lahan dengan tanam tanaman, kalian dapat uang dimana ? Kalian jangan jual tanah, tanah yang ada manfaatkan dengan baik dan garap dengan tanam tanaman.  Dan ketika panen, hasilnya bisa jual di pasar. Jika peroleh hasil jualan bisa digunakan untuk melengkapi kebutuhan keluarga,” ujarnya.  

Dirinya sampaikan hal ini karena Provinsi Papua Tengah telah diresmikan dan beribukota di Nabire, Dan seiring perkembangan, beban hidup ekonomi akan semakin meningkat. 

Lanjut, datang sebuah provinsi, para ASN mampu bersaing dalam mempersiapkan SDMnya. 

“Dalam rangka sambut provinsi ini saya berharap juga kepada para ASN mempersiapkan diri untuk mampu bersaing dan dapat bekerja membangun daerah sesuai kemampuan,” harapnya.

Dia menambahkan, ibukota Provinsi Papua Tengah di Nabire tetapi orang lain datang menguasai dalam birokrasi pemerintahan di provinsi. Maka para ASN mampu mempersiapkan diri melengkapi kekurangannya untuk mampu bersaing dan mampu bekerja membangun daerahnya. Dan juga para petani untuk tidak menjual lahan. Namun, manfaat lahan dengan tanam tanaman apa saja. Agar hasil pertaniannya bisa dijual ke pasar dan hasil jualannya dapat melengkapi kebutuhan keluarga. 


Sudah 3 Hari Provinsi Papua Tengah Disahkan


Pastor Paroki Antonius Padua Wonorejo Nabire, Benyamin Magai, dalam mimbar gereja Minggu (3/7/22) mengatakan, pemerintah pusat sudah tiga hari mengesahkan pemekaran Provinsi Papua Tengah beribukota di Kabupaten Nabire. Dirinya mengingatkan agar sebagai pegawai negeri untuk rajin masuk kantor dan melayani masyarakat dengan baik. Sebagai mahasiswa dan para lulusan sarjana belajar computer, menjadi operator di kantor. Mahasiswa rajin ke kampus, presentasi terisi lulus murni miliki ilmu akademik yang benar. Petani mesti ke kebun, rajin bekerja keras piara ternak. 

“Melalui itu kita boleh bekerja bersaing secara sehat dengan kedamaian kasih dan kebaikan. Melalui mimbar ini saya mau sampikan kepada umat saya untuk bersyukur. Kesempatan besar pemerintah pusat menyetujui melalui pemerintah daerah. Mari kita gunakan kesempatan ini dengan baik untuk mengisi kegiatan pembangunan dengan baik. Peluang kesempatan ini kita gunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan tugas dan kerja kita kedepan,” ujarnya.

Pastor paroki mengajak umat mengikuti misa pagi untuk mendukung program pemerintah yang ada di Kabupaten Nabire. Tidak boleh menolak niat baik pemerintah Kabupaten Nabire dan pusat. 

Sebagai wakil Allah di dunia ini untuk perubahan mengajak masyarakat untuk tetap bekerja dan berdoa untuk perubahan. Pastor Benyamin Magai, Pr menambahkan, gereja katolik yang berada di pusat kota ini umatnya cerdas untuk mensikapi kemajuan dan perubahan yang sedang terjadi. Umat bersama pastor hendaknya beritakan kerajaan Allah sudah dekat. Melalui pengabdian kerja kita sepanjang tidak bertentangan dengan aturan hukum. (hbb/don)