NABIRE – Bertempat di Aula Posyandu Kampung Bumi Raya SP 1, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Kamis (7/3/2024), pukul 08.00 WIT, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan peternakan bagi kelompok tani.


Kepala Kampung Bumi Raya, Mursito mengatakan, program kegiatan ini diambil dari APBD tahun anggaran 2023, bantuan ternak dan pupuk. Dilaksanakan kegiatan pagi ini untuk memberikan arahan dan meningkatkan ternak tani, agar program ini bisa berguna bagi masyarakat.


Dikatakan Mursito, bantuan ternak yang sudah diberikan langsung dan pemberian bantuan ternak ini dengan kesepakatan pemberian ternak di tempat ibadah, terkhusus pemberian ternak di enam gereja disalurkan lima ekor Babi, bantuan ke masjid berupa lima ekor Kambing dan bantuan lagi lima ekor Kambing ke Pura.


Mursito mengharapkan, program terkait tani ini bisa membawa kemajuan bagi masyarakat yang ada di Kampung Bumi Raya. Potensi yang dimiliki oleh Kampung Bumi Raya dan apa yang dibuat di kampung ini. Mulai dari bantuan bibit dan lainnya, maka perlu adanya pelatihan guna memberikan arahan kepada kelompok tani agar bisa mengelola ekonomi keluarga. “Dalam penerapan ini agar semua tani bisa mengembangkan hasil taninya dengan maju,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Nabire, Pelimon Madai, S.Th.,M.Th mengatakan, kegiatan pelatihan peningkatan peternakan ini diharapkan peserta bisa mengikuti pelatihan hingga selesai, agar bisa berkembang baik dalam bertani.


Dalam arahan pelatihan peningkatan kapasitas tani, dihadiri semua warga Kampung Bumi Raya. Dari hasil ternak, itu bisa dikelola menjadi bahan makanan dan bisa buat makan sehari-hari, untuk keluarga, warga dan banyak orang.


Lanjut Pelimon, orang tidak berkebun atau bertani, bagaimana bisa hidup. Karena semua itu saling membutuhkan dan bisa dikelola hasil tanaman agar memperoleh hasil tani yang baik, bisa dikonsumsi dengan sehat.


“Hari ini akan diberikan materi terkait tani, seperti biasa bapak dan ibu beternak seperti sapi, kambing, ayam, bebek, babi dan ternak lainnya. Bagaimana agar bisa berternak baik, maka dari itu bantuan dari pusat sampai ke kampung untuk mengembangkan ternak warga, agar bisa lebih maju dan lebih baik lagi,” tuturnya.


Dikatakan, pemerintah bantu dana ke kampung ini berkisar 20% dari dana kampung yang sudah tertera. Sehingga bantuan dari pemerintah ini agar menjadi tanggung jawab bersama.


“Anggaran kegiatan ini bersumber dari dana tahun 2023, dan nanti akan masuk pengelolaan dana di tahun 2024 lagi. Artinya bantuan itu akan tetap ada bagi warga. Harapannya kegiatan 2023 ini diselesaikan agar tidak terhambat untuk semua laporan dan pencairan dana lanjutan nanti tidak terhambat di tahun 2024,” katanya.


Mursito menambahkan, dalam pelatihan ini harus secara seksama peserta mengikuti sampai selesai. Ketika belum paham bisa bertanya kepada pengurus pelatihan ternak tersebut.


Sekedar menambahkan kegitan pelatihan ini dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Pelimon Madai, dengan tandai penyerahan secara simbolis buku terkait pelatihan tani. Hadir dalam kegiatan tersebut, Babinsa, pengurus tani serta undangan lainnya.(agustinus)