NABIRE - Kabupaten Nabire mencetak sejarah dengan peluncuran perdana titik Dapur Sehat Satuan Kerja Kesejahteraan Prajurit (SKKP), menandai langkah revolusioner dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mery C. Yoweni, Ketua SKKP Nabire, menegaskan bahwa SKKP berperan sebagai koordinator dan fasilitator, bukan pelaksana langsung, dalam memastikan kelancaran program ini.

"Kami menegaskan, seluruh transaksi pembayaran porsi MBG langsung ke titik dapur, bukan melalui SKKP," ujar Yoweni saat diwawancarai di Gereja KSK Bukit Meriam, Kamis (27/03/2025).

Dengan 39.343 penerima manfaat terdata, belum termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, Nabire membutuhkan minimal 13 dapur sehat. Setiap dapur bertanggung jawab menyediakan 3.026 hingga 3.500 porsi makanan bergizi.

Yayasan KSK Jadi Pelopor, Kolaborasi Lintas Sektor Dibuka Lebar

Yayasan KSK menjadi yayasan pertama yang berhasil mendaftarkan lima titik dapur sehat, menandai awal dari kolaborasi lintas sektor yang lebih luas. SKKP mengundang pengusaha dan pihak lain untuk berpartisipasi, mengingat program MBG memiliki dampak multidimensi, mulai dari petani hingga sektor lainnya.

"Program MBG ini adalah program utama negara yang multi dampak, dampaknya kena ke petani, dampaknya kemana-mana," jelas Yoweni.

Tantangan Bahan Baku Lokal, Dukungan Danrem Jadi Angin Segar

Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan bahan baku lokal. Nabire, sebagai ibu kota kabupaten, diharapkan dapat menyuplai kebutuhan daerah lain. Namun, kondisi saat ini belum mencukupi. Dukungan penuh dari Danrem menjadi angin segar, dengan kesediaan membantu petani membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

"Kami bersyukur sekali Danrem itu mendukung penuh, jadi kami sudah bertemu dengan Danrem, Danrem juga bersedia untuk para petani untuk membuka lahan-lahan mereka," ungkap Yoweni.

Potensi Lapangan Kerja Baru, Harapan untuk Nabire Lebih Sejahtera

Dengan 13 titik dapur beroperasi, kebutuhan bahan baku seperti ubi jalar saja mencapai lebih dari dua hektar per hari. Ini membuka peluang besar bagi petani dan menciptakan lapangan kerja baru. Tanah-tanah tidur dapat dimanfaatkan, dan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan dapat memperoleh penghasilan tambahan.

"Ini adalah program mulai, harapan kami launching titik dapur yang perdana kami membantu menyampaikan kepada semua teman-teman pengusaha ataupun siapa saja di kabupaten Nabire bahwa untuk mau mendaftar ke BGM sebenarnya kita bisa asistensi," pungkas Yoweni.

Peluncuran perdana ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi lokal, dan kolaborasi lintas sektor untuk Nabire yang lebih sejahtera.(sam)