Pembangunan Jembatan Legari Tahap I Dihentikan
NABIRE - Proyek Pembangunan Jembatan Legari tahap I yang sempat hanyut terbawa air kali sekitar 20an meter dan mengalami kerusakan pada akhir bulan September 2022 akibat banjir, untuk sementara waktu proses pekerjaannya dihentikan.

NABIRE - Proyek Pembangunan Jembatan Legari tahap I yang sempat hanyut terbawa air kali sekitar 20an meter dan mengalami kerusakan pada akhir bulan September 2022 akibat banjir, untuk sementara waktu proses pekerjaannya dihentikan.
Untuk waktu pekerjaan lanjutan masih menunggu kondisi dan keadaan alam, lantaran musim penghujan akhir-akhir ini terjadi di wilayah Kabupaten Nabire.
Dan untuk saat ini pihak terkait, mulai dari satuan kerja, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor sedang melakukan pembersihan lokasi dari material pohon/kayu yang hanyut terbawa air pada saat banjir terjadi.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII Papua - Nabire, Eko Widrianto ketika dikonfirmasikan mengatakan, pasca banjir yang terjadi pada 27 September 2022 lalu, kegiatan pembangunan Jembatan Legari tahap I Bihewa dihentikan sementara.
Lanjut Eko, menunggu keadaan dan kondisi memungkinkan untuk dilanjutkan. Untuk kegiatan pekerjaan sendiri sudah mencapai 80 hingga 90 persen.
Lanjut Kasatker PJNW VII itu, dengan musibah banjir kemarin pihaknya dan PPK telah mengambil langkah-langkah penanganan sesuai SOP. Termasuk pembersihan pasca banjir dan jembatan darurat agar akses transportasi jalan antara Makimi dan Napan serta Kabupaten Waropen itu tidak terputus.
Untuk kondisi jembatan, seperti diberitakan sebelumnya, dari penjelasan pihak kontraktor posisi rangka jembatan yang sementara dikerjakan belum dilakukan pengaitan dan pengecoran antara rangka dan pondasi jembatan, sehingga rangka jembatan hanyut sekitar 25 meter dari kedudukan awalnya.
Disebutkan pula bahwa, jembatan yang hanyut tidak memutus akses jalan yang dilalui masyarakat karena masih terdapat jembatan lama yang bisa dilalui.(wan)
Bagikan artikel ini



