NABIRE - Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-23 tahun 2019, dengan tema ‘Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif’.Tema ini merupakan refleksi dari eksistensi dan eksploitasi masyarakat kepada pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM untuk memberdayakan otonomi daerah dalam mewujudkan kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan daerah. Demikian diungkap Bupati Isaias Douw,S.Sos.,MAP, di sela-sela apel gabungan awal bulan Senin (6/5) bertempat di halaman Kantor Bupati Nabire. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, yang dibacakan Bupati Nabire mengatakan memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat telah mendukung terselenggaranya Pemilu Serentak tanggal 17 April 2019 yang berjalan lancar, aman dan tertib.Dikatakan, pasca pemungutan suara ini diharapkan senantiasa menjaga suasana kondusif di masyarakat, sehingga pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan terselenggara dengan aman, lancar dan terkendali.Perjalanan otonomi daerah pasca reformasi hingga sekarang, banyak mengalami kemajuan, memberikan solusi untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah, dimana daerah diberikan kesempatan yang luas dalam mengembangkan kreativitas dan inovasinya yang selanjutnya bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan serta partisipasi aktif masyarakat.  Menurutnya, diharapkan agar daerah mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, kekhususan serta potensi keanekaragaman daerah. Setidaknya terdapat dua hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukanya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Pertama, otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi drastis di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan mampu memberikan nuansa baru dalam sistem pemerintahan daerah, dari sentralistik birokrasi ke arah desetralistik partisipatoris, dengan tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kedua, otonomi daerah telah menumbuhkembangkan iklim kebebasan berkumpul, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat.  “Dengan demikian masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif untuk turut serta membangun daerahnya,”  ujarnya. (modes)