NABIRE - Badan pengurus gereja sebagai ujung tombak membangun hubungan bersama dengan Tuhan adalah doa. 

Sehingga begitu kembali ke rumah masing-masing ajak istri dan anak mulai kerja keluarga yang berdoa.

Demikian disampaikan Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Da Krus, Sch.P, disela-sela kegiatan pembekalan pewarta dan pengurus kring, Minggu(30/8), di ruang pertemuan Paroki Santo Yosep Nabar.

"Tema kita kitab suci tahun ini adalah mewartakan kabar gembira di tengah krisis iman indetitas.

Ini kenyataan dan fakta yang ada saat ini yang kita hadapi di dalam keluarga karena kita malas berdoa bersama dengan keluarga kita,” kata Pastor Gerry.

Lanjut dia, apalagi di kring adakan berdoa bersama dengan umat dalam bentuk doa keluarga dari rumah ke rumah.

Karena hal ini terkadang masih sulit dilakukan.

Membaca Firman Tuhan di rumah masing-masing bersama anak dan istri kumpul duduk bersama adakan doa bersama saja tidak pernah, apalagi yang lain.

Selaku badan pengurus gereja kita sendiri duluan tidak mempersiapkan diri dengan matang.

Lalu mewartakan kabar gembira dalam gereja akan kocar kacir, tidak menyentuh dengan bacaan pada minggu itu, dan ini masalah dan tantangan kita.

Fakta nyata yang ada saat ini, sementara anak semakin liar kita anggap masalah sepela.

Tetapi ini masalah besar dan tantangan berat buat kita.

Antara pola hidup dan Sabda Allah itu mewartakan kabar gembira menjadi kabar yang bagus.

“Krisis dalam keluarga itu lebih besar kita hidup bersama tapi kita kurang perhatikan, atur, harmonis kurang adanya damai.

Bapa jalan sendiri mama jalan sendiri, anak-anak jalan sendiri-sendiri.

Kenyataan di rumah seperti begitu itu iman sebenarnya dimana,” tuturnya. (modes)