NABIRE - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) GKI Imannuel ke-62 tahun dihadiri ratusan Jemaat Imanuel, Sabtu (03/05/2024) pukul 17.30 WIT, di Halaman Gereja Imannuel Kotalama Nabire Provinsi Papua Tengah.


Perayaan HUT GKI Imannuel ke-62 tahun ini di bawah sorotan tema 'Kasih Kristus Menggerakkan Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan'. Sub tema dengan HUT ke-62 'Jemaat GKI Imannuel Kotalama Kita Mewujudkan Pemberdayaan Jemaat Menuju Keselarasan dan Keseimbangan Tri Tugas Panggilan Gereja'. Perayaan dan ibadah syukur ini dipimpin oleh Pdt. Mariani Tambunan, S.Th.


Uniknya, dalam perayaan dan ibadah syukuran itu diwarnai pembangian dan penyerahan hadiah Ulang Tahun GKI Imanuel ini, mulai dari rayon satu sampai dengan rayon enam menggunakan busana dan budaya yang berbeda-beda, yaitu Rayon 1 menggunakan busana dan Budaya Batak, dan diikuti Rayon 2 menggunakan Budaya Papua, Rayon 3 menggunakan budaya Maluku, Rayon 4 menggunakan budaya Manado, Rayon 5 menggunakan budaya Jawa dan Rayon 6 menggunakan budaya Toraja.


Selain itu, ada sesi penerimaan hadiah Balengan Rohani yang sudah diselenggarakan pada Kamis (01/05/2024) sore di Halaman Gereja Imanuel Kotalama. Juara harapan III jatuh pada rayon 6, diikuti juara harapan II yaitu rayon 3 grub kedua, juara harapan I rayon 3 grub kesatu, juara III rayon 5, juara II rayon 1 grub kedua dan juara pertama jatuh pada rayon 1 grub kesatu.


Acara tersebut berjalan dengan aman dan damai hingga selesai, Pdt. Mariani Tambunan, S.Th mengatakan, kita buktikan bahwa kita adalah orang-orang yang sudah bertumbuh di dalam Tuhan, kita adalah orang-orang yang dipanggil melayani, kita semua dipanggil untuk pekerjaan tuhan mulai dari pembangunan gereja kita menopang panitia bekerja, mulai dari pelayanan pelayanan di KSP, kita menopang majelis mulai dari pelayanan-pelayanan unsur, kita menopang badan pelayan unsur-unsur.


Hari Hari Besar Gerejani (HHBG) semoga tidak kerja sendiri beberapa waktu ini, semoga tetap kompak sehingga acara hebat ini bisa terlaksana, harus bersama-sama, bukan karena dia ketua lalu tanggung jawab itu jatuh kepada dia, tetapi seluruh anggota panitia, anggota persekutuan, harus bersama-sama.


"Kalau jalan sendiri melelahkan, tapi itu semua kita ubah, kita mulai pola pelayanan yang baru, yang dipimpin oleh Kasih Kristus, dimana kita masing-masing memberdayakan diri di dalamnya, sehingga terciptalah pelayanan yang selaras dan seimbang," ungkapnya pada saat khotbah.(joseph)