Perempuan Sebagai Pondasi Bangsa
NABIRE-Tanggal 21 April, merupakan hari bersejarah utamanya bagi kaum perempuan.Tanggal itu merupakan hari seorang pejuang aum perempuan Indonesia untuk mensejajarkan diri dengan kaum laki-laki. Oleh karena itu dengan semangat juang R.A Kartini kita perempuan harus mempuny
Bagikan
NABIRE-Tanggal 21 April, merupakan hari bersejarah utamanya bagi kaum perempuan.Tanggal itu merupakan hari seorang pejuang aum perempuan Indonesia untuk mensejajarkan diri dengan kaum laki-laki. Oleh karena itu dengan semangat juang R.A Kartini kita perempuan harus mempunyai potensi, mempunyai kemampuan,dan siap menjadi pondasi Bangsa.
Demikian dikatakan Ketua Puri Sejati Kabupaten Nabire, Dra.Nuhani, Senin (21/4) dalam acara peringatan Hari Kartinidi Halaman Kediamaan Ketua Dulur Sejati dan Laskar Merah Putih Kabupaten Nabire, Joko Santoso.
Diungkapkan Nurhani, sudah saatnya kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki.
“Saya sebagai generasi bangsa bertekad untuk mnghidupkan JASMERAH (jangan sampai melupakan sejarah) karena sejarah sangat penting, baiksejarah bangsa, agama,orang tua, dan para pejuang sejati serta sahabat seperjuangan,” ungkapnya.
“ Dengan semangat juang R.A Kartini, kita perempuan harus mempunyai potensi, mempunyai kemampuan,dan siap menjadi pondasi Bangsa,” tandasnya.
Nurhani meminta agar generasi bangsa tidak melupakan sejarah (Jasmerah, karena menurutnya, dampak dari pada melupakan sejarah maka banyak generasi bangsa yang di perbudak oleh orang yang serakah dan bahkan kehilangan Etika dan tata karma.
“Saya hadir karena panggilan sang ibu Pertiwi untuk ikut serta menghidupkan sejarah agar putra putri bangsa tidak di bodohi oleh orang yang berjiwa KKN. Dengan gerakan Merah putih Bersatu melalui para ibu ibu atau bunda Pertiwi, saya sangat yakin akan kemampuan sang ibu intuk menyampaikan hal positif termasuk menghidupkan sejarah kepada putri- putri bangsa, karena ibu sebagai guru terdekat untuk putra putrinya. Dengan semangat Merah putih bersatusaya yakin lewat ibu ibulah sejarah akan hidup dan tata krama akan tumbuh pesat di para generasi bangsa, jangan ragu ragu untuk menghidupkan sejarah, demi memperjuangkan harga diri kaum wanita siap mengangkat harkat dan martabat anak bangsa jangankan waktu atau tenaga nyawapun akan kupertaruhkan demi bangsa dan Negara. R.A Kartini adalah putrid sejati dan harum namanya karena beliau punya pendirian, dan menghargai Sesama manusia, bahkan sangat mempertahankan harga diri sehingga pendirianya tidak bisa digadai atau dijualbelikan,” tuturnya.
Tambahnya, harga diri kita sangat mahal, satu mata kita tidak bisa dinilai dengan uang.Saat ini banyak orang yang ingin berkuasa, berjiwa serakah sehingga dia meremehkan, dia menghina, membeli harga diri masyarakat dengan nilai duaratus atau lima ratus ribu rupiah.
“Negara kita sedang memberantas KKN.Demi merah putih dan anak bangsa kita harus bersatu untuk memeberantas KKN, yang sengaja menghina harga diri dan merusak moral masyarakat dengan menukar uang senilai Rp.20-200 ribu,” ungkapnya.
“RA.Kartini sebagai tauladan sejati kaum perempuan, untuk itu bersatulah, rapatkan barisan demi Merah Putih,” pungkasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol Inf.Rudy Jayakarta Runtuwene, melalui sambungan telepon selular (Ponsel) mengatakan, peringatan Hari Kartini mempunyai nilai yang tinggi, dimana didalamnya terkandung nilai nasionalisme.
Katanya, disaat nilai-nilai nasionalisme mulai rapuh, perigatan seperti sangat diperlukan, karena sebagai sarana untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, seperti yang diperlihatkan oleh RA. Kartini.
“Bukan hanya menumbuhkan nilai-nilai nasonalisme, peringatan Hari Kartini juga dapat membangun wawasan nusantara khususnya di Kabupaten Nabire, dan bagi kaum perempuan, peringatan itu sebagai napak tilas dalam perjuangan kaum perempuan menuju kesetaraan,” ungkapnya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



