NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP saat memberikan sambutan pada Resepsi Peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017 tingkat Kabupaten Nabire, Selasa (6/12), bertempat di Guest House Jalan Merdeka mengatakan, peringatan Hari Ibu tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 22 Desember mendatang, mengingatkan kita semua khususnya kaum ibu, akan arti dan maknanya sebagai sebuah momentum kebangkitan, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dengan kebangkitan dan perjuangan bangsa.Kata Bupati, dengan bertambahnya usia, diharapkan dapat memberikan dorongan semangat dan motivasi khususnya kaum ibu, agar lebih mampu dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia secara utuh, agar mampu penghadapi tuntutan dan tantangan kehidupan yang semakin kompleks saat ini maupun dimasa-masa mendatang.”Sebagai seorang ibu selain mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengurus keluarga, juga memiliki peran yang sangat penting, dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur secara merata dan berkesinambungan antara kebutuhan material dan spiritual, yang selanjutnya akan mewujudkan masyarakat yang memadai, masyarakat yang demokratis dan taat terhadap aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya. Menurut Bupati, peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017 yang mengusung tema, ”Melalui Program Three Ends Kita Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan, Perdagangan Perempuan dan Ketidakadilan Akses Ekonomi terhadap Perempuan”, tema ini diusung pada tahun 2017, karena dengan melihat dari situasi dan kondisi bangsa umumnya dan lebih khusus yang dihadapi kaum perempuan di Kabupaten Nabire, yang selanjutnya dapat menyelaraskan arah kebijakan pemberdayan perempuan dan perlindungan anak di daerah ini kedepan.Lanjutnya, fakta menunjukkan bahwa sesungguhnya telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai kaum perempuan, namun demikian tidak dipungkiri bahwa kondisi kaum perempuan dan juga anak-anak masih sebagai kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminasi lainnya.Kata Isaias, mengingat masih maraknya kasus kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak di lingkungan masyarakat, maka dengan tema ini diharapkan mampu memberikan penyadaran kepada semua pemangku kepentingan tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif, melindungi perempuan dan anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, sebab kaum perempuan dan anak-anak yang dengan jumlahnya sangat besar saat ini merupakan  sumber daya dan aset yang potensial dalam pembangunan. ”Untuk mengantisipasi permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini, kaum perempuan harus mau dan mampu menjadi insan-insan pembangunan yang memiliki landasan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional,” tuturnya. ”Kaum ibu harus siap, memberdayakan dirinya dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan,  agar lebih maju dan mandiri, memiliki etos kerja yang tangguh serta berdaya saing dan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, sehingga generasi penerus yang sesuai harapan kita semua,” pungkasnya. (cad)