NABIRE - Antrian kendaraan yang akan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Nabire, menjadi sorotan dan keluhan sejumlah masyarakat. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Perlu ada kerja sama antara lembaga pemerintah bersama pihak Pertamina guna mencari solusi terbaik.

Dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Nabire, Yermias Bindosano, SH, persoalan ini agar bisa disikapi secara arif dan bijak. Dirinya bersedia membangun koordinasi bersama semua lembaga.

Kata Yeri Bindosano, berdasarkan data dari pihak Pertamina Nabire, untuk data BBM subsidi untuk tahun 2021 dari bulan Januari hingga Desember stoknya cukup.

Namun faktanya di lapangan (SPBU, red) terlihat antrian BBM yang cukup panjang.  Bahkan BBM dikabarkan habis terjual di SPBU, sehingga hal ini harus disikapi dengan baik.

“Untuk mencari solusi antrian BBM di SPBU hanya dengan koordinasi antar lembaga,” kata Yermias Bindosano kepada Papuapos Nabire, Selasa (30/11/21) di rungan kerjanya.

Dirinya selaku kepala dinas akan melaporkan hal ini ke Bupati melalui Sekda. Agar pada awal bulan Desember ini digelar rapat koordinasi antara lembaga pemerintah dan pihak Pertamina bersama semua SPBU.

Lanjutnya, hal lain yang perlu juga dipahami bahwa jumlah konsumen di Kabupaten Nabire sudah cukup tinggi.  Sementara jumlah kuota BBM bersubsidi sangat terbatas. Sehingga untuk Kabupaten Nabire membutuhkan penambahan kuota BBM. Dan hal ini sudah dilakukan konfirmasi ke BP Migas di Jakarta agar ada penambahan kuota BBM di awal tahun 2022 mendatang.

Namun untuk antrian yang terjadi di saat ini pada semua SPBU perlu dicarikan solusi.  Sebab di bulan Desember ini kebutuhan BBM cukup tinggi di kalangan masyarakat umum. (des)