NABIRE - Pertemuan antara pihak sekolah dan orang tua murid SD YPK Paulus Sanoba, Sabtu (22/10/22) terkait ketidakjelasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan gaji 8 orang guru honor yang tidak dibayarkan selama 1 tahun 4 bulan, telah disepakati adanya sebuah rekomendasi yang ditujukan kepada Ketua PSW YPK Nabire dan tembusannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.

Karena berdasarkan data pihak sekolah SD YPK Paulus Sanoba, dari 8 orang guru honor yang tidak dibayarkan hingga saat ini dengan jumlah dana Rp 84.000.000.

Untuk itu dari dana Rp 84.000.000 itu dengan variasi pembayaran gaji para guru honor dan solusi lain yang diambil dalam rapat, pihak komite bayar gaji guru honor sambil menunggu hasil rekomendasi.

Hal lain yang telah disepakati dalam pertemuan itu, jika tidak ada tanggapan balik dari PSW maupun dinas pendidikan, maka untuk sementara sekolah diistirahatkan. 

Karena untuk saat ini pihak sekolah telah berusaha mencari pinjaman dana agar bisa menutup beban sekolah yakni pembayaran gaji para tenaga guru honor selama 1 tahun.

Pada pertemuan itu, ketua Komite SD YPK Paulus Sanoba, Yance Raubaba secara tegas mengatakan, menyangkut hak 8 orang guru honor pihaknya akan mengambil langkah.

Langkah pertama, bersama pihak sekolah mencari dana pinjaman untuk menutup beban sekolah. Langkah kedua, jika tidak ada tanggapan dari hasil rekomendasi, maka orang tua tidak palang tetapi selaku ketua Komite akan palang sekolah ini.

Sikap terakhir yang akan diambil ini, bukan untuk kepentingan dirinya selaku ketua Komite dan juga orang tua murid. Tetapi ini untuk kepentingan para guru honor agar mereka bisa melayani anak-anak kita. (des)