NABIRE - Pertikaian antar suku di Topo, tepatnya di sekitar lokasi Kampung Urumusu Distrik Uwapa Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah dikabarkan mengakibatkan dua orang korban meninggal dunia. 

Data yang diterima media ini, pertikaian antar dua suku, masing-masing Suku Dani dan Suku Mee itu terkait pencabutan patok tapal batas lokasi tanah di Kampung Urumusu Topo. 

Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, S.IK, SH, ketika dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi. Informasi menyebutkan hingga petang kemarin, Kapolres bersama beberapa anggota Polres Nabire diback up Brimob BKO Papua Tengah berada di lokasi kejadian yang notebene tidak ada sinyal. 

Masih sesuai informasi yang diterima awak media ini, pertikaian antar masyarakat Suku Dani dan Msyarakat Suku Mee ini dipicu masalah tapal batas tanah hak wilayah. 

Fakta dihimpun menyebutkan, pada hari Senin, 5 Juni 2023 pukul 12.15 WIT bertempat di daerah Kepala Air Topo Jalan Trans Nabire Ilaga Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, telah terjadi pertikaian antar masyarakat dari 2 suku tersebut mengakibatkan salah satu kepala kampung atas nama Abner Wabes meninggal dunia. Dikabarkan pula ada salah seorang warga lainnya yang menjadi korban meninggal dunia akibat pertikaian itu.

Korban Abner Wabes sudah dievakuasi menuju RSUD Nabire. Dan sampai dengan saat ini aparat keamanan masih siaga di Polsek Uwapa antisipasi adanya kembali saling serang antara dua kubu masyarakat tersebut.

Informasi lain juga menyebutkan, aksi serang kedua pihak ini, ini sempat dimediasi Kapolsek Uwapa, namun massa tidak bisa diredam.

Kapolsek Uwapa juga telah mengambil langkah-langkah mempertemukan pihak yang bertikai terkait masalah pencabutan patok dan sudah menyerahkan surat undangan dan diterima Isak, Niko dan Kuninggen Telenggen. 

Namun, usai kembali dari Kepala Air Topo dan bertemu dengan massa Suku Mee yang akan menyerang masyarakat Suku Dani, tidak bisa dihalau dikarenakan massa banyak. 

Pertikaian antara kedua suku dani ini, menyebabkan 1 korban tewas, Abner Wabes Kepala Kampung Topo dengan luka panah dan luka bacok. Pada pukul 12.15 WIT jenazah korban telah dilarikan ke RSUD Nabire dengan menggunakan kendaraan dinas tameng Polres Nabire.(wan)