PJ Gubernur Ribka Haluk Lepas Tim Tanggap Cepat Campak
NABIRE – Penjabat (PJ) Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM didampingi Pj Sekda Provinsi Papua Tengah, Valentinus S. Sumito, S.IP, M.Si, Kamis (2/3/23) melepas Tim Tanggap Cepat Campak Provinsi Papua Tengah. Untuk selanjutnya tim akan diturunkan ke sejumlah kabupaten di wilayah Papua Tengah.

NABIRE – Penjabat (PJ) Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM didampingi Pj Sekda Provinsi Papua Tengah, Valentinus S. Sumito, S.IP, M.Si, Kamis (2/3/23) melepas Tim Tanggap Cepat Campak Provinsi Papua Tengah. Untuk selanjutnya tim akan diturunkan ke sejumlah kabupaten di wilayah Papua Tengah.
“Hari ini saya bersama Sekda menerima Tim Gerak Cepat dari Dinkes Papua Tengah untuk melaksanakan vaksinasi di 8 kabupaten di wilayah Papua Tengah,” ujar PJ Gubernur Ribka Haluk kepada awak media di Kantor Gubernur Papua Tengah.
Dikatakan, dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 8 kabupaten sehingga hari ini dicanangkan dan melepas tim gerak cepat dari Dinkes Papua Tengah. Beserta tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI dan Field Epidemilogy Training program (FETP) dari UNHAS dan UGM Yogyakarta.
“Semoga tim gerak cepat Dinkes Papua Tengah di bawah pimpinan Kadinkes Papua Tengah bisa melaksanakan tugas dengan baik dan lancar,” harapnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Provinsi Papua Tengah, Dr. Drg. Yohanes Tebai, MH.Kes, mengatakan, di Provinsi Papua Tengah sudah ada kasus gizi buruk. Soal penyakit campak, kata dia, penyakit ini bisa sembuh sendiri jika gizinya bagus. Tetapi karena kasus gizinya sudah tidak bagus dan imuniasinya tidak berjalan dengan baik maka kasus seperti ini (campak) jika ditemukan untuk segera dirujuk.
“Apabila penemuan kasus ini daerahnya sulit, maka segera jalan kaki untuk rujuk. Karena kasus akan segera diperberat dengan keadaan gizi buruk dan juga pelayanan yang mungkin belum berjalan,” ujarnya.
Disinggung soal jumlah kasus campak di Papua Tengah, kata dia, dicurigai ada kasus 346 per Kamis (2/3/23). Kemudian yang pasti terkena campak sekitar 48 orang yang sudah diperiksa laboratorium. Jumla ini tersebar masing-masing di Kabupaten Dogiyai 1 orang, Deiyai 1 orang dan sisanya terbagi antara Nabire, Timika dan Paniai.
“Daerah-daerah ini sdah ada kasus campak karena sudah diperiksa per tanggak 13 Febrauri 2023 oleh BBLK Kementerian Kesehatan di Surabaya. Maka bisa dikatakan bahwa kasus ini positif campak,” tuturnya. (ros)
Bagikan artikel ini



