NABIRE – Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM, menyampaikan lima poin pesan moral saat mediasi konflik Topo di Aula Wicaksana Lagawa Mapolres Nabire, Selasa (13/6/23) kemarin. Pj Gubernur Ribka Haluk tidak bisa hadir saat mediasi lantaran masih berduka, proses pemakaman anaknya. Dalam mediasi, Pj Gubernur Papua Tengah diwakili oleh Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Ausilius You.

Dikatakan Ausilius You, ada pesan moral yang disampaikan oleh Pj Gubernur Papua Tengah. Pesan moral ini sudah disampaikan beberapa waktu lalu kepada para bupati, berkaitan dengan konfik-konflik sosial. 

Pesan moral itu, pertama, menjaga stabilitas keamanan daerah masing-masing. Kata dia, kita punya tugas menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya tiap masyarakat, tiap pribadi menjaga keamanannya. 

Pesan moral kedua adalah melakukan upaya preventif dalam rangka penyebaran informmasi yang tidak valid (hoax) yakni dengan membentuk media center. 

“Jadi dengan adanya media center ini kita menyampaikan sesungguhnya kepada masyarakat kita, kita tidak boleh memprovokasi, tidak ada tambah-tambah kata dan sebagainya,” ujarnya.

Pesan moral ketiga, dilarang keras untuk ikut menghasut kelompok suku tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak boleh lagi siapapun untuk menyampaikan hal-hal tidak baik antar para pihak. Kita satu negeri dan bagaimana kita untuk sama-sama membangun di Provinsi Papua Tengah ini.

Pesan moral keempat adalah koordinasi dengan pihak keamanan untuk menjaga situasi masyarakat yang hidup damai dan tentram. 

Pesan moral kelima, tetap melaksanakan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik bagi masyarakat di daerah masing-masing. 

“Sehubungan dengan konflik, Ibu Pj. Gubernur Papua Tengah sampaikan kita duduk berembuk untuk mencari solusi menyepakati bersama, harus diselesaikan secara bijaksana dan saling menerima supaya tidak ada lagi terjadi konflik-konflik lain,” tuturnya. (ros)