Polsekta Tangani Kasus Jambret TKP RE Martadinata
NABIRE - Pihak Kepolisian Resor Kota (Polsekta) Polres Nabire sedang menangani kasus pencurian dengan kekerasan alias jambret yang terjadi di Jalan RE Martadinata atau tepatnya di depan SMA Negeri 1 Nabire.

NABIRE - Pihak Kepolisian Resor Kota (Polsekta) Polres Nabire sedang menangani kasus pencurian dengan kekerasan alias jambret yang terjadi di Jalan RE Martadinata atau tepatnya di depan SMA Negeri 1 Nabire.
Adapun tersangka yang berhasil diamankan berinisial SG umur 30 tahun dengan korban seorang ibu rumah tangga berinisial WH dan korban Lakalantas (ditabrak pelaku saat melarikan diri) berinisial A. Sementara rekan tersangka masih dalam pengejaran.
Kapolsek Nabire Kota, Kompol Mardi Marpaung, S.Sos, menerangkan seraya membenarkan terkait penangkapan dan melakukan pengejaran serta pengungkapan kasus jambret yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini terjadi.
"Akhir-akhir ini banyak kasus kriminal jalanan meningkat, khusus jambret. Karena merupakan atensi pimpinan, maka kami jajaran Polsekta Nabire akan semaksimal mungkin dalam menangani dan meminimalisir kasus ini kembali terjadi," bebernya.
Khusus untuk kasus yang baru terjadi pada tanggal 3 Mei 2023 kemarin, yakni telah terjadi sebanyak tiga kasus pencurian dengan kekerasan. Satu diantarannya berhasil diamankan 1 tersangka beserta barang bukti kendaraan yang digunakan pelaku.
"Ada satu tersangka yang kita amankan dengan BB satu unit motor besar (vixion). Satu rekan tersangka masih dalam pengejaran," tegas Kompol Marpauang.
Untuk pelaku yang berhasil diamankan itu, kronologis kasusnya berawal dari korban WH naik ojek dari arah kota, sesampai di depan SMAN 1 Nabire, pelaku yang berboncengan menarik tas milik korban yang disimpan didepan dada korban.
Tak behasil menarik tas korban, pelaku melarikan diri balik ke arah kota lantaran dikejar beberapa orang, kemudian pelaku menabrak pengendara motor lainnya bertempat di depan Apotik K24 Oyehe dan berhasil diamankan. "Kasus ini masih kita kembangkan, semoga tersangka lainnya bisa kita ungkap," pungkas Marpaung.(wan)
Bagikan artikel ini



