NABIRE - Program Organisasi Penggerak (POP) dengan program unggulan literasi baca tulis yang diprogramkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek) RI telah berjalan selama tiga tahun di Kabupaten Nabire. POP ini dipastikan akan berakhir pada awal bulan Mei tahun 2023. Sementara kehadiran program sekolah penggerak ini tentunya sangat bermanfaat dan telah terbukti hasilnya di 15 SD yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd secara tegas mengatakan, program literasi baca tulis atau POP yang diprogramkan Kemendikbudristek diharapkan harus berlanjut.

Dirinya sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan telah melihat hasilnya di 15 SD penggerak. Dimana peserta didik yang berada di kelas awal I, II dan kelas III yang tadinya tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (3M) akhirnya menjadi bisa.

Dengan program literasi sekolah penggerak di 15 SD yang ada di Kabupaten Nabire, tentunya menjawab situasi dan kondisi. Karena masih banyak ditemukan murid kelas awal yang belum bisa lancar membaca dan menulis.

“Program sekolah penggerak diharapkan tidak berhenti, tetapi harus berlanjut. Dan bukan saja di 15 sekolah, tetapi harus di semua sekolah SD yang ada di Kabupaten Nabire,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (27/4/23).

Untuk itu ke depan guna menjawab sekolah penggerak dengan 9 komponen literasi bagi kelas awal, diharapkan dapat melibatkan pihak orang tua murid, pihak gereja dan masyarakat. Sebab keberhasilan anak di bangku pendidikan bermula dari keluarga, gereja dan masyarakat.

Dirinya selama kurang lebih 2 tahun pelajaran berjalan bersama–sama program sekolah penggerak literasi baca dan tulis telah melihat hasilnya. Untuk itu tiga tahun lalu tidak cukup dan harus berlanjut dan semua SD di Nabire harus terlibat dalam program sekolah penggerak.

Dan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nabire, terutama bagi para murid SD di kelas awal harus dijalankan dengan melihat beberapa hal. Antara lain, adanya pendidikan penggerak dari keluarga, adanya penggerak dari guru, adanya penggerak pendidikan dari masyarakat, adanya penggerak pendidikan dari para tokoh dan adanya penggerak pendidikan dari para kepala sekolah SD.

Karena selaku pendidik tentunya kita bekerja dan melayani masyarakat, terutama anak-anak soal adanya peningkatan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga program-program sekolah penggerak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru. Tetapi tanggung jawan semua stakeholder. Secara khusus diawali dan digerakan oleh keluarga dari rumah. (des)