JAYAPURA – Pendiri serta Ketua Umum Partai Papua Bersatu (PPB), Kristian Fonataba mengatakan, Partai Papua Bersatu siap diikutsertakan dan menyukseskan Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada tahun 2018. Karena, berbagai persiapaan sudah diratifikasi secara suportif dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua dan oleh Pemerintah Pusat (Pempus). “Terkait dengan pengurusan Partai Politik Lokal (Parpolok) ini semua sudah berjalan aman dan lancar serta semua pihak pun turut mendukung bahkan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pun sudah meratifikasikannya terkait Partai Papua Bersatu ini,” kata Fonataba, Rabu (06/12/2017) lalu. Menurutnya, sudah meratifikasikan pemerintah berarti, selanjutnya Partai Politik (Parpol) punya hak untuk mengatur dan mengurus segala urusan terkait perkembangan organisasi partainya sehingga kami siap akan berupaya mendorong PPB ini ikut partisipasi dalam Pilgub pada 2018 mendatang. “Pendaftaran di KPU sudah pada tahap pengesahan dan PPB sudah terdaftar di KPU Papua maupun KPU Papua Barat sebagai partai poltik lokal satu-satunya di tanah Papua,” katanya. Kata Fonataba, PPB merupakan partai lokal milik orang Papua. Maka diharapkan harus bersinergi untuk mendorong Parlok ini untuk kedepan. Karena pendirian Parlok merupakan peristiwa pencetusan sejarah baru di tanah Papua. “Iya, Parlok adalah sarana bagi orang Papua untuk menyuarakan aspirasi maka Parlok siap menerima aspirasi rakyat tanpa memandang suku dan agama. Namun ini adalah sarana dan wadah untuk berpolitikan,” ungkapnya. Disinggung soal keterlambatan penyesahan Parlok dan dikatakannya ini hanya sebuah proses paradigma dan banyak pertimbangan dari pemerintah pusat. Namun, mendirikan partai adalah hak dan kewajiban warga negara bahkan telah diundang undangkan oleh negara sehingga akhirnya berhasil menyesahkan dan sudah terdaftar dilembaran sejarah bahwa orang Papua juga bisa mendirikan Parpolok. “Berdasarkan UU, kami pun sudah, sedang dan akan memperjuangkan Parlok ini sebab akhirnya sudah berhasil maka mati atau tidaknya, ada ditangan kami orang Papua,” jelasnya.(ist)